Kusempatkan kepadamu Meski sekedar detik waktu Tak lain untuk berdamai dengan gema sendu
Kutuliskan sebait sajak Diatas lembaran poyak Sebab kelam menginjak Kala kenang wariskan muak
Teruntukmu yang tela berpijak Dalam sanubari nan menjejak Sebuah bayang ditiap detak
Demi kesunyian yang hadirkan rindu, membayang jelas pada semu, merejut gebu pada kalbu
Kerelakan semalam suntuk Meski harus tegar dikutuk kantuk Hanya karnamu teruntuk
Dengan kesaksian pahit kopi Yang "telah" habis diserap sepi Pada ilusi tak menepi Kepadaku seorang diri Yang letih tuk menyepi
Terimalah kidung rindu ini Dalam alam "ingat"mu meski Tak lain agar aku suci Dari kenangan kenangan Yang bersemayam abadi
Batang, 2020






0 comentários:
Posting Komentar