Subscribe Us

6/recent/slider

Entri yang Diunggulkan

Luka Bercerita

Kau tahu apa tentang kesedihan? Kesedihan adalah hujan di saat kemarau; langit menetes ketika bumi tak lagi berharap, dan tak seorang pun me...

Sabtu, 28 Agustus 2021

Keistimewaan Bulan Muharram

 R I L I S

Author: Noviqotul Munawaroh | Publisher : Kholifah Rahmawati

Pada hari Rabu, 18 Agustus 2021 telah dilaksanakan Kajian Muharram Proker gabungan dari Dept.Keilmuwan dan Dept.SDI HMJ IAT IAIN PEKALONGAN. Dengan mengambil tema “Keistimewaan Bulan Muharram” Kajian ini diisi oleh Bpk. Dr. Minanur Rohman M.S.I yang di moderatori oleh Amirul Huda.

Pembicara : Dr.Minanur Rohman M.S.I

Awal Mula Penetapan Penanggalan Hijriyah dalam Islam

Seperti yang diketahui bahwa jumlah bulan hijriyah ada 12. Namun mulai kapan penanggalan hiriyah ditetapkan masih banyak dipertanyakan. Kalender hijriyah sebenarnya baru resmi digunakan oleh umat islam pada masa setelah Rasulullah SAW wafat. Penetapan kalender hijriyah diresmikan pada masa khalifah Umar bin khattab.

Awal mula penetapam kalender hijriyah dimulai ketika Umar bin khattab mulai kesulitan saat melakukan pengarsipan dan seleksi surat. Oleh karena itu, lalu Umar memerintahkan pelaksanaan musyawarah yang melibatkan para ahli dan sahabat Rasulullah untuk membentuk kalender khusus umat Islam.

Di dalam musyawarah itu terdapat beberapa usulan. Termasuk Ali bin Abi Thalib yang mengusulkan awal kalender Islam dimulai dari tahun terjadinya hijrah Nabi Muhammad SAW . Usulan ini ternyata disetujui oleh peserta musyawarah dan Umar pun menetapkan penggunaan kalender resmi milik umat Islam pada tanggal 8 Rabi’ul Awwal tahun 17 H.

Lalu, mengapa Muharram ditetapkan bulan pertama di tahun Kalender Hijriyah?

Karena, pada bulan Muharram tersebut Nabi Muhammad SAW berniat dan merencanakan akan berhijrah. Setelah merencanakan hijrah, Nabi Muhammad SAW merealisasikan niatnya itu dengan pergi dari kota Mekkah pada Kamis di akhir bulan Shafar dan keluar dari tempat persembunyiannya dari gua Tsur pada tanggal 2 Rabiul Awal atau 20 September 622 M untuk menuju ke Madinah. Tahun saat peristiwa ini terjadi ditetapkan sebagai tahun 1 Hijriah.
 

Keutamaan dan Amaliyah di Bulan Muharram

Beberapa keutamaan bulan Muharram sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat umum. Keutamaan itu diisi dengan amalan yang berbobot sehingga moment tersebut bernilai baik bagi individual maupun sosial.

Para ulama telah mengklasifikasikan beberapa amalan yang hendaknya diperbanyak di bulan Muharram, yaitu :

  1. Melakukan shalat
  2. Berpuasa
  3. Menyambung silaturahim
  4. Bersedekah
  5. Mandi
  6. Memakai celak mata
  7. Berziarah kepada ulama (baik yang hidup maupun yang meninggal)
  8. Menjenguk orang sakit
  9. Menambah nafkah keluarga
  10. Memotong kuku
  11. Mengusap kepala anak yatim
  12. Membaca Surat al-Ikhlas sebanyak 1000 kali.

Sebagian dalam bentuk nadham, sebagaimana yang dilakukan Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur ulama meringkasnya

فِى يوْمِ عَاشُوْرَاءَ عَشْرٌ تَتَّصِلْ * بِهَا اثْنَتَانِ وَلهَاَ فَضْلٌ نُقِلْ
صُمْ صَلِّ صَلْ زُرْ عَالمِاً عُدْ وَاكْتَحِلْ * رَأْسُ الْيَتِيْمِ امْسَحْ تَصَدَّقْ وَاغْتَسِلْ
وَسِّعْ عَلَى اْلعِيَالِ قَلِّمْ ظُفْرَا * وَسُوْرَةَ الْاِخْلاَصِ قُلْ اَلْفَ تَصِلْ

"Ada sepuluh amalan di dalam bulan ‘asyura, yang ditambah lagi dua amalan lebih sempurna. Puasalah, shalatlah, sambung silaturrahim, ziarah orang alim, menjenguk orang sakit dan celak mata. Usaplah kepala anak yatim, bersedekah, dan mandi, menambah nafkah keluarga, memotong kuku, membaca surat al-ikhlas 1000 kali."

Salah satu rujukan mengenai keistimewaan Muharam bisa ditemukan di Al-Quran, surah At-Taubah ayat 36:

اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۗذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةً ۗوَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

 "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah [ketetapan] agama yang lurus, maka janganlah menganiaya diri dalam bulan yang empat itu, dan perangilah musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi semuanya; dan ketahuilah bahwasannya Allah beserta orang-orang yang bertakwa,” (Q.S At-Taubah [9]: 36).

Paradigma Bulan Keramat Masyarakat Jawa Terhadap Bulan Muharram

Bulan Muharram dalam masyarakat Jawa biasa disebut dengan kata “Suro”, kata suro sendiri sebenarnya berasal dari kata “asyura’ yang dalam bahasa Arab berarti “sepuluh”, yakni tanggal 10 Muharram. Jadilah kata Suro sebagai khasanah Islam-Jawa sebagai nama bulan pertama kalender Islam maupun Jawa.

Menurut masyarakat Jawa bulan Muharram atau Suro dianggap sebagai bulan yang kramat atau sakral. Karena kesakrakalan tersebut menyebabkan masyarakat tidak berani melakukan kegiatan seperti pernikahan,hajatan dan sebagainya.

Suro atau Muharram merupakan kebijakan akuturasi dari sikap Jawa. Pada dasarnya akuturasi dari Suro itu sendiri sakral dan ditegaskan lagi oleh Islam. “Bahwa waktu sakral itu bukan konsep Islam. Di agama lain juga punya, termasuk di Jawa. Oleh karena itu, justru akuturasi dari Jawa-Islam merupakan tradisi yang imbasnya berasal Sultan Agung. Biasanya terjadi pada malam 1 Suro, 10 suro dll.” Tambahan dari Pak Kurdi Fadal, Selaku ketua jurusan IAT.


Minggu, 20 Juni 2021

WORKSHOP DESAIN GRAFIS HMJ ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR IAIN PEKALONGAN

 R I L I S

Author: Kholifah Rahmawati | Publisher: Diah Fany A.



Dalam rangka meningkatkan skill mahasiswa IAT mengenai pemahaman tentang desain grafis dan media digital, Himpunan Mahasiwa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Pekalongan mengadakan workshop desain grafis yang di khususkan untuk mahasiswa IAT IAIN Pekalongan. Workshop tersebut dilaksanakan pada Minggu, 11 April 2021 di Lab Komputer di Gedung Fakulas Ekonomi dan Bisnis Kampus 2 Rowolaku, Kajen.

Acara tersebut menghadirkan dua mentor yaitu Muhammad Labidun Nufus selaku Founder Nufus Imagination dan merupakan Mahasiswa Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam di IAIN Pekalongan dan  M. Octa Puji Karunia yang merupakan salah satu mahasiswa di Jurusan IAT sendiri. Kedua mentor tersebut telah berpengalaman dalam bidang desain grafis. Keduanya telah memiliki banyak karya dan mengikuti berbagai macam pelatihan.

Acara ini diikuti oleh mahasiswa IAT beserta bebera partisipan dari Pengurus HMJ IAT IAIN Pekalongan. Adapun dalam acara workshop ini menggunakan aplikasi Corel Draw sebagai media pelatihan. Peserta dibimbing dan diajari mulai dri nol. Mulai dari pengenalan aplikasi Corel Draw, kemudian diajarakan sedikit demi sedikit cara memanfaatkan berbagai fitur didalamnya. Dan diakhir acara peserta diberikan tugas untuk membuat sebuah karya desain grafis melalui aplikasi Corel Draw. Output hasil workshop ini kemudian dikumpulkan kepada panitia sebagai bukti telah mengikuti workshop.

Dengan diadakanya workshop desain grafis ini diharapkan mampu mengasah dan mengembangkan skill mahasiswa IAT sebagai bekal untuk berdakwah dan mengembangkan studi ke-IAT-an di era modern digital seperti saat ini.

STIGMATISASI PEREMPUAN 3M (MACAK, MASAK, MANAK)

 R I L I S

Author: Noviqotul Munawaroh | Publisher: Diah Fany A.

Perempuan sering mendapat stigmatisasi di masyarakat. Pandangan tradisional bahwa perempuan hanya “macak, masak, manak” sering diterima oleh mereka. Menurut teori nurture perbedaan antara perempuan dan laki-laki pada hakikatnya adalah pembentukan masyarakat melalui konstrusi sosial budaya, sehingga menghasilkan peran dan tugas yang berbeda. Biasanya orang akan bilang, “setinggi apapun pendidikan wanita, paling nanti dia tempatnya dapur sama kasur saja”. Pernyataan ini sering kita dengar dalam masyarakat tradisional kita bahkan hampir mayoritas di Pekalongan sendiri. Mereka masih percaya bahwa peran domestik perempuan (masak, masak, macak) adalah segalanya bagi perempuan.

1. Manak (proses mengandung sampai melahirkan)

Pada diri perempuan melahirkan adalah kodratnya yang tidak bisa digantikan oleh siapapun. perempuan dalam kodrat manak (melahirkan), atau sebagai ibu yang harus menyusui, membesarkan, menunggu proses tumbuh kembang anak, dari lahir hingga dewasa, mendidik dan mendewasakan watak dan kepribadiannya. Peran ini tentu saja sangat alami. Secara negatif, peran ini dimanfaatkan oleh beberapa kelompok untuk membatasi perempuan di ruang publik, dalam aktivitas sosial yang lebih besar seperti aktivis sosial, pejabat negara, ilmuwan besar, dan lain sebagainya.

2. Macak (Make up)

Di dalam Al-Qur’an perempuan  adalah perhiasan dunia yang paling indah. Perhiasan identik dengan keindahan, kemolekan, kecantikan kemewahan,kemuliaan dan keanggunan. Maka tidak jarang bagi kaum hawa mengoleksi berbagai alat make up dari harga yang murah sampai yang mahal.Secara biologis perempuan dituntut untuk berhias, karena setiap titik dari tubuh dari perempuan itu keindahan / fashion. Dari segi agama, perintah untuk berhias bukan untuk perempuan saja tetapi untuk laki-laki juga.

3. Masak

Tugas seorang wanita ketika sudah menikah adalah melayani suaminya dengan sempurna. Wanita Solikhah adalah pelayan terbaik suami. Dia harus bisa memasak untuk suami dan anak-anaknya. Ini sebagai manak sangat alami. Namun yang terjadi di masyarakat saat ini, jika ada  laki-laki membatasi kebebasan perempuan untuk mengenyam pendidikan tinggi, karena terlalu sibuk mengurus keperluan rumah. Sebagaimana disampaikan bapak Kurdi fadal, beliau juga bercerita kalau ada salah satu mahasiswanya semester 14 yang berhenti kuliah dikarenakan sudah berkeluarga dan sibuk mengurusi anak dan suaminya. Padahal perjuangannya tinggal sejengkal, yakni dalam hal pengajuan proposal skripsi. Sayang sekali…

Mengenai perdebatan para madzhab dan menyesuaikan kondisi sekarang, sebagai bentuk tanggung jawab seorang suami, hendaknya ia menyediakan asisten rumah tangga (ART). Para madzhab juga sepakat bahwa terkait memasak adalah kewajiban seorang suami. Dampak dari stigma bahwa perempuan harus bisa memasak tidak terlalu berdampak asalkan sesuai porsinya. Secara factual, perempuan biasanya hanya diberi kesempatan menuntut ilmu, yang tertinggi adalah alaiyah. Sangat sedikit dari mereka yang pernah mencicipi kuliah. Setelah lulus, mereka biasanya langsung dinikahkan oleh orang tuanya. Dan setelah menikah, wanita secerdas dan sekreatif apapun biasanya menenggelamkan potensi besarnya dengan tugas-tugas rutin utama yang diembannya sebagai ibu rumah tangga yang selalu berkisar pada macak, manak dan memasak. Hanya laki-laki yang diberi kesempatan besar untuk memperoleh pendidikan tinggi.

Mari berpikir lebih cerdas, agar stigma tidak membatasi gerak perempuan, apalagi memandang sebelah mata mereka, dengan tidak mengurangi nilai-nilai tanggung jawab perempuan sebagai seorang istri.

Sabtu, 01 Mei 2021

Dextar Jaya Ulujami, Menjadi Sponsor Utama dalam Acara Bakti Sosial dan Buka Bersama Anak Yatim yang Diselenggarakan oleh HMJ Ilmu Al-Qur’an & Tafsir IAIN Pekaloangan.

R I L I S
Author: Kholifah.R | Publisher: Diah Fany A.


    Dalam rangka  berbagai di bulan Ramadhan. Pada hari Jumat (30/4) HMJ Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IAIN Pekalongan mengadakan Bakti sosial dan buka bersama anak yatim di TPQ Nurul Huda Kandang Panjang. Acara ini merupakan salah satu proker dari departement Humas dan Advokasi  HMJ IAT yang  bertujuan untuk menjalin hubungan baik dengan masyarakat dan meningkatkan rasa kepedulian sosial terhadap sesama.

    Acara yang disponsori oleh Dextar Jaya Ulujami ini Mendapat respon yang baik dari masyarakat  dan mendapat dukugan dari banyak pihak. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya donasi yang terkumpul untuk acara tersebut. Disamping Dextar Jaya Ulujami, acara ini turut serta didukung oleh berbagai pihak lainnya seperti; Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Lazismu Kota Pekalongan, Lazismu Kota Batang, Kospin Jasa Kota Pekalongan, Baitut tamwil Muhammadiyah (BTM) Kota Batang, dan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Kandang Panjang.

    Acara ini di ikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari anak-anak yatim, pengurus HMJ serta tamu undangan. Karena diadakan pada masa pandemi, proses berjalanya acara tidak lupa menerapkan protokol kesehatan, dimana peseta dan panitia diharuskan memakai masker, selain itu panitia juga sudah menyiapkan handsanitizer.

    Acara dibuka oleh  Bapak Kurdi Fadal, M.S.I  selaku Ketua Jurusan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan tafsir. Acara dimulai dengan Pembacaan Tilawatil Qur’an dan sambutan-sambutan. Kemudian dialnjutkan dengan  kajian senja yang diisi oleh Bapak Minanur Rohman, M.S.I yang merupakan salalah satu dosen di IAIN Pekalongan. Setelah itu dilanjutkan dengan  buka bersama dan Sholat Magrib berjamaah, dan diakhiri dengan santunan serta doa bersama anak yatim.

    Menurut Sofyan selaku pengurus HMJ IAT, dengan memanfaatkan moment Ramadhan untuk kegiatan sosial dan berbagi seperti ini, diharapkan mampu menjadiakan HMJ IAT sebagai organisasi yang  bermanfaat untuk masyarakat. Beliau juga menuturkan bahwa sebuah organisasi mahasiswa seharusnya   peduli, mengabdi dan mampu berbagi dengan masyarakat. Sehingga kedepanya mahasiswa mampu menjadi sosok yang dibutuhkan serta dihormati ditengah  masyarakat.


Kamis, 11 Maret 2021

PERINTAH SHALAT SEBAGAI OLEH-OLEH RASULUALLAH DARI ISRA MI’RAJ

R I L I S.
Author: Kholifah R. | Publisher: Diah Fany A.


Peristiwa Isra' Mi’raj merupakan salah satu di antara mukjizat yang diberikan Allah S.W.T. kepada Rasul-Nya yaitu Nabi Muhammad SAW. sebagai wujud penghormatan. Isra' yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW. dimulai dari Masjidil Haram sampai ke Masjidil Aqsha. Sedangkan Mi'râj, yaitu perjalanan Nabi Muhammad SAW. naik dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha (langit tertinggi). Perjalanan ini menjadi awal diperintahkanya shalat lima waktu dalam sehari semalam. Karena peristiwa Isra’ bersamaan dengan peristiwa Mi’raj, maka kedua kata tersebut senantiasa terangkai menjadi Isra’ dan Mi’raj. Peristiwa itu terjadi pada 27 Ra’jab, setahun sebelum Nabi hijrah ke Madinah.[1]

Peristiwa Isra' Mi’raj juga menjadi pelipur lara bagai Rasuluallah SAW setelah paman dan istri beliau meninggal dunia. Peristiwa ini juga sebagai penghibur setelah beliau  mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari penduduk Thâif. Peristiwa Isra' Mi’raj diabadikan dalam Al-Qur’an dan Hadits. Allah SWT. menyebutkan peristiwa ini di dua tempat dalam Al-Qur`ân, yaitu QS. Al-Isrâ  Ayat 1 dan QS. An-Najm Ayat 13-18.  Sementara detail dari peristiwa ini juga terdapat dalam dalam banyak hadits.[2]

Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah S.A.W. bersabda: "Aku diberi Buraq, yaitu seekor hewan putih yang lebih besar dari himar dan lebih kecil dari keledai. Aku mengendarainya. Dia membawaku hingga sampai ke Baitul Maqdis. Lalu aku mengikatnya di tempat para nabi menambatkan. Aku masuk ke Baitul Maqdis dan shalat dua raka'at. Setelah itu aku keluar. Malaikat Jibril menghampiriku dengan membawa satu wadah berisi khamr dan satu wadah berisi susu. Aku memilih susu. Malaikat Jibril Alaihissalam berkata: 'Engkau telah (memilih) sesuai dengan fithrah,' setelah itu, ia membawaku naik ke langit." Dan dalam riwayat lain dikisahkan bahwa Nabi S.A.W. shalat bersama para nabi sebelum naik ke langit.

Nabi Muhammad S.A.W. dibawa naik melewati beberapa langit. Pada setiap langit, Malaikat Jibril minta agar dibukakan pintu langit lalu ia ditanya: "Siapakah yang bersamamu?" Jibril menjawab, Muhammad. Penghuni langit itupun menyambutnya. Di setiap langit Rasuluallah bertemu dengan para Rasul terdahulu dan mereka semua mengucapkan salam dan memberi penghormatan kepada beliau. Kemudian Rasulullah S.A.W. melanjutkan perjalanan sampai ke Shidratul-Muntaha (langit tertinggi). Di sinilah, Allah Azza wa Jalla mewajibkan kepada Nabi Muhammad S.A.W. dan umatnya untuk menegakkan shalat 50 kali sehari semalam. Akan tetapi dalam perjalanan kembali dari mi'raj ini, ketika sampai di tempat Nabi Musa AS. Rasuluallah ditanya: "Apa yang telah diwajibkan Rabbmu atas umatmu?" Rasulullah S.A.W. menjawab pertanyaan ini, sehingga Musa AS. meminta kepada Rasuluallah S.A.W. untuk kembali menghadap Allah dan minta keringanan. Dan Allah S.W.T pun mengabulkanya dengan menguranginya sebanyak 5 shalat. Namun setaiap kali Rasulallah bertemu Nabi Musa AS. beliau menyarankan untuk meminta keriganan lagi. Rsuluallah pun bolak-balik menghadap Allah dan setiap kali menghadap selalu dikurangi 5 shalat. Hingga akhirnya, kewajiban shalat itu hanya tinggal lima kali sehari semalam. Setelah itu, ketika Nabi Musa As meminta Nabi Muhammad S.A.W. memohon keringanan lagi, maka Rasulullah S.A.W. berkata: "Aku sudah memohon kepada Rabbku sehingga aku merasa malu," lalu terdengar suara: "Aku telah menetapkan yang Aku fardhukan, dan Aku telah memberikan keringanan kepada para hamba-Ku".[3]

Mencermatai  kisah sigakat dari Isra' Mi’raj di atas kita dapat memetik beberapa pelajaran. Yang pertama, begitu pentingnya shalat, sehingga untuk menyampaikan perintah ini Allah mengundang Rasuluallah secara langsung tanpa melaluai perantara wahyu. Perjalanan mi'raj yang membawa oleh-oleh lima shalat fardhu ini, tidak patut untuk ditinggalkan kaum Muslim. Kita seharausnya bersyukur kepada Allah dan berterimakasih kepada Rasuluallah, karena jika saja saat itu Rasuluallah langsung meneriama perintah itu, dan Allah tidak memberikan keringanan, , maka ada lima puluh shalat yang harus kita laksanakan sehari semalam dan hal itu sangat berat bagi umat Islam.

Kedua, Peristiwa ini menunjukan kemuliaan dan keistimewaan Rasuluallah di hadapan Allah serta keutamaan beliau dibanding makhluk yang lainya. Rasulullah dapat melalui sidratul Muntaha yang bahkan Malaikat Jibril pun tidak sanggup melewatinya. Tidak hanya itu, beliau juga dapat bolak-balik degan bebas untuk menemui dan meminta keriganan kepada Allah, dan Allah pun selalu merigankanya. Pengalaman tersebut adalah bukti bahwa pengetahuan Nabi Muhammad S.A.W telah mencapai pada derajat haqq yaqin. Itu adalah derajat pengetahuan tertinggi yang melalui pengetahuan yaqin, ilm al-yaqin, 'ayn yaqin. Dengan derajat pengetahuan itu, Nabi Muhammad S.A.W mampu melihat sesuatu yang dalam jangkuan pengetahuan kita hanya sebuah fenomena aksidental.[4] Allahu’alam bil sawwam..



[1] Salwati Salahuddin, Isra’ Mi’raj Studi Analisis Sejarah dalam Pendidikan Islam, Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak (JIPA), Vol. II, No. 3, Desember 2017- Mei 2018, Hlm.157.

[2] Aceng Zakaria, Studi Analisis Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Menurut Al-Qur’an dan Hadits, Al Tadabbur: Jurnal Ilmu Alquran Dan Tafsir Vol: 04 No. 1 Mei 2019 Hlm.101.

[3] Ibid, Hlm.103-104.

[4] Miswari danDzul Fahmi , Historitas dan Rasionalitas Isra’ Mi’raj, Jurnal At-Tafkir Vol. XII No. 2 Desember 2019. Hlm.164.

Selasa, 09 Maret 2021

PROFIL SINGKAT - HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN ILMU AL-QUR'AN & TAFSIR (HMJ IAT) | IAIN PEKALONGAN

R I L I S

Author: Kholifah R. | Publisher: Diah Fany A.

HMJ IAT adalah sebuah organisasi himpunan mahasiswa Ilmu Al-Qur’an & Tafsir yang berada dibawah naungan fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah IAIN Pekalongan. Organisasi ini berdiri sejak 20 Februari 2012 yang ditandai dengan diturunkannya SK NO: Sti.20/C-II/PP.00.9/094/2010. Sesuai dengan namanya organisasi ini beranggotakan para Mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an & Tafsir yang telah memenuhi syarat keanggotaan HMJ.

Organisasi ini  berdiri berdasarkan asas keinginan bersama, kesetaraan, dan kekeluargaan. Adapun Tujuan HMJ IAT sesuai dengan AD-ART adalah sebagai berikut:

1. Memupuk, membina, serta meningkatkan kekeluargaan dan kerja sama antar mahasiswa Jurusan

    Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir IAIN Pekalongan.       

2. Menggali dan mengembangkan potensi mahasiswa Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir  IAIN 

    Pekalongan guna mendukung pembangunan nasional sesuai dengan Tri Dharma perguruan tinggi.

3. Mengembangkan kajian ilmiah, khususnya bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebagai sumbangsih

    terhadap usaha pencerdasan kehidupan bangsa Indonesia.

 

       Dalam menjalankan roda keorganisaasian HMJ memiliki struktur keirganisasian yang terdiri dari Badan Pengurus Harian (BPH) dan beberapa departement.

A. Badan Pengurus Harian (BPH). Adalah Badan yang bertanggung jawab terhadap jalanya program kerja HMJ dan bertugas untuk mengkordinir serta mengevaluasi setiap kegitan yang dijalankan HMJ. BPH terdiri dari Ketua Umum, Wakil, Sekertaris dan Bendahara.

B. Departement Humas dan Advokasi. Adalah departement yang bertugas menjalin hubungan dan kerjasama dengan berbagai pihak, baik secara intenal atau eksternal HMJ. Juga bertanggungjawab dalam kaderisasi dan penanmpungan aspirasi.

C. Departement Keilmuan. Sesuai dengan namanya, departemen ini betanggugjawab terhadap pengembangan keilmuan, untuk meningkatkan pengetahuan, pemhaman dan wawasan bagi warga IAT, baik pengetahuan umum, pengetahuan Agama, hingga pengetahuan khusus yakni pengetahuan mengenai Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir.

D. Departement Sumber Daya InsaniDepartemen ini betugas untuk mencetak sumber daya insani yang berkualitas dangan  menggali potensi dan kreativitas warga IAT.

E. Departement Informatika. Adalah depertement yang bertugas menyebarluaskan Informasi serta mengoptimalkan fungsi media untuk guna mendukung program kerja HMJ.

HMJ IAT diharapkan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa IAT IAIN Pekalonggan untuk menyalurkan minat organisanya serta mengembangkan potensinya. Selain itu keberadaan HMJ IAT juga diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan kajian ilmiah, khususnya dalam bidang  kajian Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sehingga mampu melahirkan generasi intelektual qur’ani yang mampu berperan bagi kemajuan bangsa Indonesia.