Subscribe Us

6/recent/slider

Entri yang Diunggulkan

Luka Bercerita

Kau tahu apa tentang kesedihan? Kesedihan adalah hujan di saat kemarau; langit menetes ketika bumi tak lagi berharap, dan tak seorang pun me...

Selasa, 10 Desember 2024

Peran Muhammadyah Dalam Menciptakan Masyarakat Berkemajuan Melalui Gerakan Pencerahan

 “Peran Muhammadyah Dalam Menciptakan Masyarakat Berkemajuan Melalui Gerakan Pencerahan : ”

Supriyanto :  UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan 

Seperti yang telah kita tahu bahwasanya Muhammadyah merupakan ormas Islam yang memiliki peran penting dalam pengembangan serta pembangunan sumber daya manusia.  Sejak awal kehadirannya memiliki peran penting khususnya dalam gerakan pencerahan, yang mampu membangun semangat bangsa Indonesia melawan kejahilan di Era Kolonialisme turut memberikan kontribusi besar mulai dari bidang kesehatan pendidikan, sosial kemasyarakatan, sampai pada era kemerdekaan hingga era sekarang. Melalui lembaga-lembaga serta peran dari pada ortonom. Sebagaimana Indonesia pada saat ini mengalami era transformasi peralihan digitalisasi dan perkembangan teknologi, sehingga  dalam kajian ini membahas bagaimana peran serta Muhammadyah membangun masyarakat yang berkemajuan melalui gerakan pencerahan di Era revolusi 5.0 khususnya melalui gerakan Amal Usaha Muhammadyah (AUM). 

Amal Usaha Muhammadyah (AUM) adalah salah satu pilar utama dakwah Muhammdyah sebagai visi dan misi dengan menjadikan ruh islami sebagai fondasi, salah  satunya dengan aktualisasi nilai-nilai keislaman dengan kehidupan sehari-hari (Verianty, 2023).  Sehingga tidak dapat dipungkiri betapa Amal Usaha Muhammadyah memberikan kontribusi penting dalam membangun masyarakat, sebagaimana implementasi Surat Al-Ma’un yang kemudian melahirkan lembaga-lembaga dalam memberikan pencerahan serta kemajuan dari masa ke masa seperti pendidikan, rumah, kesehatan, dan juga pemberdayaan sebagai bukti peran muhammadyah dalam membawa kemajuan bangsa Indonesia.

Di era perkembangan teknologi ini menjadi tantangan terbesar bagi bangsa Indonesia, hal ini memberikan dampak yang positif bagi kemajuan bangsa. Teknologi memberikan peran penting dalam membawa peradaban khususnya dalam meningkatkan potensi sumber daya pada suatu negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari beberapa dekade tahun ini Indonesia mengalami perkembangan cukup pesat mulai dari era 4.0 yaitu era perkembangan revolusi industri, di mana modernisasi teknologi industri yang banyak beralih ke sistem teknologi dan digitalisasi sehingga berkurangnya penggunaan sumber daya manusia dalam sektor industri. Hal ini juga berkelanjutan sampai pada era saat ini yaitu era 5.0. sebagaimana mengutip dari Kemenku RI bahwasanya era tersebut pada dasarnya masih pada tahap perdebatan serta pengembangan. Akan tetapi dapat lebih mengacu pada pengembangan teknologi digitalisasi, serta meningkatkan optimalisasi dalam sektor industri dan juga produksi, yang meniti beratkan pada teknologi seperti AI, kecerdasan robotik dengan keahlian serta inovasi manusia sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan, fleksibel serta berkelanjutan (Siagian, 2023).  

Tentunya tantangan dari revolusi industri 5.0 tersebut tidak hanya menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia tetapi umat Islam khususnya pada organisasi Muhammadyah dalam menghadapi persoalan tersebut. Permasalahan umat juga menjadi semakin kompleks dan juga kesenjangan nilai-nilai moralitas serta spiritualitas menjadi tantangan utama Muhammadyah dalam menghadapi tantangan sebagai upaya membangun peradaban umat yang berkemajuan melalui kegiatan pencerahan. Untuk itu lembaga-lembaga organisasi otonom atau ortonom perlu adanya transformasi dalam meningkatkan layanan sebagai tujuan utama Muhammadyah yaitu Amal Usaha Muhammadyah (AUM) salah satunya bagaimana meningkatkan pemahaman dan literasi digital bagi warga perserikatan serta seluruh umat terkhususnya di Indonesia. 

Mengutip dari Muhammadyah.or.id salah satu langkah yang diambil Muhammadyah dalam menyikapi perkembangan era revolusi industri 5.0 atau digitalisasi sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadyah Irwan Akib yaitu melalui persiapan pendidikan yang matang dengan penekanan transformasi kurikulum yang menyesuaikan zaman. Tentunya kurikulum yang mampu menciptakan manusia yang kompetitif, fleksibel, humanis, serta intergartif agar para peserta didik mampu mengembangkan potensi yang sesuai dengan perkembangan zaman (Ilham, 2024) dan tentunya dengan nilai-nilai keislaman. Tentunya dengan memulai dari sektor pendidikan saja hal ini perlu dilakukan baik bidang dakwah sosial masyarakat, kesehatan, serta lembaga lainya sebagaimana peran sebelumnya yang tentunya dihasilkan dari beberapa hasil riset dan pertimbangan kebermanfaatan bagi umat khususnya dalam memberikan pencerahan pada masyarakat sehingga tercipta masyarakat yang berkemajuan. Disektor lain seperti pengembangan dakwah juga memberikan peran penting, salah satunya melalui web site dan juga sosial media sehingga mampu membawa perubahan dan upaya mengurangi dampak negatif dari konten-konten yang membawa kemudorotan dan membangun kesadaran literasi pada umat.  



Referensi 

Ilham. (2024, April ). Muhammadyah.or.id . Diambil kembali dari muhammadyah.or.id : https://muhammadiyah.or.id/2024/03/hadapi-era-masyarakat-5-0-hal-ini-perlu-dilakukan-lembaga-pendidikan-muhammadiyah/

Siagian, H. F. (2023, Maret 30). Kementerian Keuangan Republik Indonesia . Diambil kembali dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia : https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-lahat/baca-artikel/16023/Mengenal-Revolusi-Industri-50.html

Verianty, W. A. (2023, Desember 5). Liputan6 . Diambil kembali dari Liputan6 Journal : https://www.liputan6.com/hot/read/5472749/amal-usaha-muhammadiyah-kedudukan-fungsi-dan-jenis-jenisnya?page=2



0 comentários:

Posting Komentar