Subscribe Us

6/recent/slider

Entri yang Diunggulkan

Luka Bercerita

Kau tahu apa tentang kesedihan? Kesedihan adalah hujan di saat kemarau; langit menetes ketika bumi tak lagi berharap, dan tak seorang pun me...

Minggu, 01 Desember 2024

HEBAT, salah satu Mahasiswa IAT UIN GUSDUR selesaikan skripsinya menggunakan smartphone

 

30 November 2024

Bagus Budi Laksono,  merupakan seorang mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Gus Dur Pekalongan. Bagus  pada  30 November 2024 menyelesaikan pendidikanya pada jenjang sarjana S1 ini dengan bahagia disertai rasa syukur yang mendalam. Karena hasil usaha dan ketekunan/Istiqomah inilah yang membawanya hingga pada titik ini.  Lebih hebatnya lagi Bagus berhasil menyelesaikan tugas akhir kuliah/ skripsinya hanya dengan menggunakan smartphone nya. Dalam penuturanya, Bagus masih bergantung pada kedua orang tuanya, sehingga pendapatan keluarganya pun tidak tetap , Ayah Bagus juga menjalankan usaha telur asin yang belum bisa berkembang karena keterbatasan modal. 

       “Penulisan skripsi ini memakan waktu 9 bulan. Selama proses ini, saya hanya melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing sebanyak 1-2 kali setiap bulannya, ditambah sesekali bimbingan online. Salah satu faktor yang mempengaruhi frekuensi bimbingan yang minim adalah keterbatasan biaya untuk perjalanan ke kampus yang berjarak 55 km dari rumahnya,” ujar dia saat berbagi cerita. Menurut dia, meskipun biaya bensin untuk perjalanan tersebut relatif kecil sekitar Rp. 15.000 untuk sekali pergi dan pulang. Tetapi bagi Bagus, uang tersebut cukup berarti mengingat keadaan keuangan keluarganya yang terbatas. Selain itu, karena tidak dapat pergi ke kampus secara rutin, Bagus pun tidak bisa memanfaatkan komputer di perpustakaan untuk menulis skripsi.

            Dirinya  menulis skripsi berjudul "Etika Bermedia Sosial dalam Perspektif Tafsir Al-Azhar" yang dalam proses penulisan ia menghadapi berbagai kendala. Pertama, kecepatan aplikasi yang lambat akibat spesifikasi perangkat yang terbatas. Kedua, software Microsoft Office untuk Android yang tidak selengkap versi Windows, mengurangi fungsionalitas yang dibutuhkan untuk proses penulisan. Ketiga, layar kecil pada smartphone yang mengharuskan Bagus sering melakukan zoom in dan zoom out untuk melihat dan mengedit tulisan. Keempat, keyboard bawaan Android yang tidak seresponsif keyboard desktop untuk mengetik dalam jumlah banyak. Kelima, semakin banyak halaman, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memuat file. 

            Walaupun ada beberapa kendala, Bagus tetap melanjutkan penulisan skripsi dengan semangat dan tekad yang tinggi. Proses penulisan dilakukan dengan bantuan koneksi internet dari WiFi Balaidesa yang terletak di dekat rumahnya. Namun masalah teknis terkait dengan format penulisan juga sempat mengganggu, hingga akhirnya skripsi selesai dan mencapai 127 halaman. dengan keistiqamah dan semangatnya Bagus mendapat gelar yang diinginkanya, dengan rasa syuku atas segala pencapaian yang telah di raih, Bagus membuktikan bahwa walaupun dengan keterbatasan serta beberapa hambatan ini tidak menghilangkan rasa semangat dan tekan untuk terus beajar berkembang serta menyelesaikan pendidikan S1 nya tersebut. Bagi Bagus bukan tentang seberapa nilai dan gelar yang didapat, namun proses dan perjalanan panjang perjuangan yang Dia lalui lah yang membuahkan kesuksesan ini.

sumber : https://www.uingusdur.ac.id
editor : Tasya Zaki Arifatun Nisa




0 comentários:

Posting Komentar