Subscribe Us

6/recent/slider

Entri yang Diunggulkan

Luka Bercerita

Kau tahu apa tentang kesedihan? Kesedihan adalah hujan di saat kemarau; langit menetes ketika bumi tak lagi berharap, dan tak seorang pun me...

Jumat, 19 Juli 2024

DAMPAK PSIKOLOGIS DAN MENTAL REMAJA DALAM MERENUNGKAN DAN MENGAMALKAN AL-QUR’AN

 Karya: Tasya Zaki Arifatun Nisa



ABSTRACT

Penelitian ini berisi mengenai wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada beberapa remaja yang berumur 17 sampai 23 tahun. Yang membahas mengenai dampak psikologis dan mental remaja dalam merenungkan dan mengamalkan Al-qur’an. Dengan menggunakan metode penelitian kualiatif naratif-deskriptif yang dilakukan menggunakan platform google form. Hasilnya adalah mereka faham akan dampak dariAl-qur’an dan sering  dalam mengamalkan Al-qur’an namun pada perenungan jarang dilakukan. Sehingga ini berdampak bagi kehidupan sehari-hari mereka, apalagi mereka pada usia remaja adalah usia yang rentan terkena masalah, sedangkan dalam Al-qur’an sendiri banyak yang mengatakan mengenai pasal kesehatan mental dan psikologi manusia seperti contoh dalam surah al-Isra’ ayat 82, (Q.S Al-Insyirah 94 : 6),(Q.S Al-Baqarah: 286) dan masih banyak ayat lainya yang membahas mengenai ini.

 

PENDAHULUAN

 

            Remaja adalah masa dimana seseorang tersebut mengalami masa perubahan, masa yang kritis dalam perkembangan dan lainya. Remaja merupakan orang yang menginjak umur 10 sampai 25 tahun ini yang diharapkan  sehat lahiriah dan mental, cerdas, berkualitas dan produktif dalam meningkatkan dirinya. Salah satu hal yang meningkatkan kesehatan mental adalah agama, salah satunya adalah dengan merenungkan dan mengamalkan Al-qur’an. Namun, kenyataanya pada zaman sekarang ini banyak juga remaja yang lalai tidak merenungkan dan mengamalkan Al-qur’an contohnya adalah jarang membaca Al-qur’an bahkan ada pula yang tidak pernah sama sekali merenungkan Al-Qur’an, dikarenakan beberapa alasan. Hal ini tentu sangat berpengaruh bagi mental dan psikologi mereka, terdapat perbedaan mental dan psikologi mereka antara seorang remaja yang rajin dan yang tidak dalam merenungkan dan mengamalkan Al-Qur’an.

            Sebagai remaja diperlukan kesehatan baik fisik maupun mental, baik lahiriyah maupun batiniyah, Karena remaja adalah cikal bakal calon penerus bangsa. Remaja yang baik adalah mereka yang mengerti dan melakukan segala perbuatan yang baik dan tidak dari Al-Qur’an dan hadist. Terutama pada kitab Al-qur’an, mereka hendaknya membiasakan dalam kehidupan sehari hari merenungi dan mengamalkan Al-Qur’an, seperti membaca Al-qur’an, menghafalnya, mentadabburi maknanya, dan lainya. Sehingga remaja pada era modern ini tidak lalai terhadap kitab suci ini  yang memiliki banyak manfaat jika diamalkan terutama baik bagi kesehatan psikologis dan mental mereka.

            Dalam Islam sendiri Al-Qur’an adalah kitab suci bagi muslimin, juga sebagai kitab rujukan bagi setiap tindakan dalam menyelesaikan seluruh problematika kehidupan. Dengan merenungkan dan mengamalkan Al-Qur’an ini remaja dapat menenangkan pikiran dan batin agar tenang dalam menjalani kehidupanya. Dalam Al-Qur’an sendiri tentu saja Allah banyak menurunkan ayatnya mengenai hal mental atau psikologi bagi seluruh umat manusia, seperti tentang kesabaran, bertafakur, zikir dan doa. Sehingga diharapkan pada usia seperti remaja ini Al-qur’an dapat membantu mengatasi kegelisahan jiwanya dalam menghadapi kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian saya ini akan menggunakan metode penelitian kualiatif dikarenakan saya akan memahami dan dan mencari data pada lingkup sosial menggunakan google form yang dilakukan secara online terhadap beberapa remaja dan disajikan dalam bentuk naratif deskriptif.

            Pada era zaman sekarang ini ada beberapa remaja muslim yang lalai dan ada yang masih terus mengamalkan dan merenungi kitab sucinya yaitu Al-Qur’an. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendalami bagaimana merenungkan dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an memengaruhi kesejahteraan individu secara psikologis. Melalui pendekatan kualiatif ini, penelitian ini akan menganalisis pengalaman dan persepsi individu setiap remaja terhadap praktik spiritualitas dalam Islam, serta dampaknya terhadap aspek-aspek kesejahteraan emosional, kebahagiaan, dan kesejahteraan emosional. Penelitian ini juga akan menyelidiki ayat dalam Al-qur’an apa sajakah yang mengandung makna tentang penelitian ini . Sehingga diharapkan hasil dari penelitian ini adalah memberikan pemhaman mendalam mengenai bagaimana Alqur’an dapat memengaruhi kesejahteraan mental individu.

 

LITERATURE REVIEW

 

A. Pengertian Al-qur’an

            Menurut kepercayaan umat muslim Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam yang mana diturunkan oleh Allah kepada malaikat jibril melalui perantara wahyu yang disampaikan kepada Nabi Muhammad. Al-Qur’an merupakan pedoman dan petunjuk bagi setiap insan di dunia ini. Al-Qur’an memiliki beberapa hakikat  seperti kalaamullaah, mukjizat, diturunkan kepada hati nabi, disampaikan secara mutawatir dan membacanya adalah ibadah.[1] Al-Qur’an merupakan mukjizat yang tidak akan pernah habis hingga akhir zaman. Al-qur’an menjadi keberkahan bagi setiap orang yang belajar  maupun yang mengajarkanya walaupun hanya satu ayat.

            Allah SWT menyebutkan pada Q.S. Al-Isra ayat 9, bahwa Al-Qur’an al-karim ini merupakan kitab samawi yang teragung,yang meghimpun semua ilmu, yang diturunkan paling akhir dari Rabb semesta alam memberi petunjuk kepada jalan yang lurus, adil dan benar.[2]  Al-Qur’an bagai cahaya Tauhid yang menerangi manusia dari kegelapan menuju terang, dari zaman jahiliyah hingga zaman berperadaban yang beradab ini. Membaca, menghafal, memahami maknanya, bahkan mendengarkanya saja sudah mendapat rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Maka dari itu manusia sangat merugi apabila berpaling dan meninggalkan kalaamullaah ini.

 

B. Pengertian  psikologis dan mental dalam dampak Al-Qur’an 

            Secara etimologis istilah psikologis berasal dari Yunani  yaitu dari kata  psyche yang berarti jiwa  dan logos yang berarti ilmu. Psikologi dalam bahasa Inggris  disebut psychology, sedangkan dalam bahasa Arab disebut ilmunnafsi. Jadi secara harfiah,  psikologi berarti ilmu jiwa, atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala kejiwaan.[3] Beberapa ahli psikologi  kurang sepakat jika psikologi adalah ilmu yang membahas tentang kejiwaan, pada saat ini psikologi lebih condong membahas pada ilmu tingkah laku manusia. 

            Didalam Al-Qur’an dan Hadist ada banyak istilah  yang berkaitan dengan jiwa manusia, misalnya Al-fitrah, al-ruh, al-nafs, al-qalb, al-aql, al-dhamir, dsb.[4] Al-qur’an dan hadist menjadi sumber utama dalam psikologi. Dengan demikian integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dan hadist adalah sebuah keniscayaan baik dari sisi ontologi, epistemologi, dan aksiologinya. Oleh karena itu Al-qur’an memiliki dampak bagi orang yang membaca maupun mengamalkanya dalam bidang psikologi.   

Sedangkan mental adalah  kata yan berhubungan dengan watak dan batin manusia. Kata mental berasa dari bahasa latin “mens” (mentis) yang berarti jiwa, nyawa, sukma, roh, dan semangat. Menurut Kamus besar bahasa Indonesia( KBBI), mentalitas adalah aktivitas jiwa, cara berpikir, dan berperasaan. Mental saling berhubungan dengan psikologi. Menurut WHO kesehatan mental  Mental health is more than the absence of mental disorders. Kesehatan mental lebih dari sekedar tidak adanya gangguan mental  melainkan keadaan yang memungkinkan seseorang mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuanya  belajar dan bekerja dengan baik serta berkontribusi pada lingkungan dan komunitasnya.[5]

Kesehatan mental  merupakan keadaan seseorang baik jasmani dan rohani untuk menjalankan seluruh potensi yang ada pada dirinya dalam menjalankan kehidupanya  akar bahagia dunia maupun akhirat. Dalam Al-Qur’an yang sebagai kitab pedoman hidup manusia juga disebutkan ada ayat-ayat  mengenai potensi manusia dalam pembentukan kesehatan mental. Baik ayat yang berhubungan dengan manusia dan dirinya sendiri, manusia, lingkungan. Sehingga bagi seseorang yang membaca dan mengamalkan Al-Qur’an memiliki dampak dalam kehidupanya sehari-hari.

 

METODE PENELITIAN

            Jenis penelitian ini menggunakan jenis metode kualiatif karena penelitian ini memahami perilaku elemen manusia dalam ranah sosial. Dengan menggunakan sample beberapa remaja dan bersifat individual. Bersifat subjektif atas data individual yang bersifat induktif. Dengan mengembangkan nilai dan pengambilan kesimpulan berdasarkan data dan pengalaman yang terlepas dari data-data numerik.

            Penelitian ini menggunakan metode field research atau bisa disebut penelitian lapangan. Metode ini mengumpulkan data kualiatif yang bertujuan untuk mengamati, berinteraksi, dan memahami manusia yaitu lebih tepatnya pada kalangan remaja yang sebagai tujuan utama penelitian ini. Metode ini juga bertujuan untuk mengamati dan menganalisis perilaku spesifik subjek dalam kegiatan merenungkan dan mengamalkan Al-qur’an tersebut. Penelitian field research ini membantu mengumpulkan data dan menarik kesimpulan tentang beberapa perspektif remaja yang diwawancarai.

            Sumber data adalah subjek dari mana data tersebut berasal. Sumber data pada penelitian kualiatif ini berupa kata-kata yang dikumpulkan menggunakan kuisioner melalui google form. Kuisioner dalam pengumpulan data yang bersumber pada beberapa responden yaitu beberapa sample remaja. Data penelitian ini bersifat data primer karena data diperoleh langsung oleh peneliti yang diperoleh dari responden melalui kuesioner.

            Menurut Notoadmdjo instrumen penelitian adalah alat-alat yang digunakan untuk mendapatkan atau mengumpulkan data. Instrumen penelitian pada penelitian ini menggunakan jenis kuesioner. Kuesioner berisi beberapa pertanyaan yang dibuat secara terstruktur untuk mengumpulkan data dari responden. Instrumen penelitian ini berfungsi untuk mengetahui sumber data yang akan diteliti untuk mengetahui validitas, rebilitas, tingkat kesukaran daya pembeda antar responden tanpa harus peneliti ada di tempat.

            Teknik analisis data pada penelitian kualiatif ini mencari dan menyusun data secara sistematis dari hasil wawancara dengan kuesioner. Diawali dengan peneliti membuat beberapa pertanyaan sistematis mengenai hal dampak dari merenungkan dan mengamalkan Al-qur’an. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibuat dalam google form, lalau dibagikan pada akun sosial media peneliti untuk beberapa remaja. Setelah itu data terkumpul dan peneliti mengumpulkan lalu mengamati  atas jawaban dari beberapa responden tersebut. Dan disajikan dalam bentuk naratif deskriptif.

 

RESULT

            Data penelitian ini berasal dari Kuesioner yang diisi oleh beberapa remaja mengenai hal merenungkan dan mengamalkan Al-qur’an. Dengan melewati google form dan dikirim secara online melalui akun sosial media peneliti, kuesioner diisi oleh remaja yang minat untuk mengisi. Dengan menggunakan google form saya mengumpulkan data dan merancang survei secara efisien. Pada tanggal 7 april 2024 penelitian ini selesai dilaksanakan.

Pada pertanyaan yang pertama yaitu “berapa umur anda?” Jumlah remaja yang mengisi kuesioner ini berjumlah 19 orang dari umur 17 sampai 23 tahun. Dengan remaja yang berumur 17 tahun 1 orang, 18 tahun 5 orang, 19 tahun 7 orang, 20 tahun 3 orang, 21 tahun 1 orang, dan 23 tahun 2 orang. Perolehan jawaban remaja paling sedikit adalah umur 17 dan 21 tahun. Dan perolehan jawaban paling banyak adalak umur 19 tahun.

Dalam kehidupan sehari-hari para remaja tersebut dalam mengamalkan Al-Qur’an mereka melakukan kegiatan  yang bermacam-macam. Bisa dengan satu kegiatan atau bahkan lebih dalam mengamalkan Al-qur’an. Dengan perolehan jawaban membaca 14 orang, mendengarkan Al-qur’an 1 orang, memahami maknanya 3 orang, menghafal 1 orang. Ini menandakan bahwa remaja banyak yang mengamalkan dengan cara membaca.

            Dengan jumlah intensitas sering dan alasan dalam melakukan kegiatan tersebut juga bermacam-macam anatar individu. Ada yang menjawab 1-2 kali sehari, ada yang tiap habis maghrib dan ashar, ada yang satu hari 1 kali, ada yang satu minggu sekali, ada yang menjawab minimal 1 kali, ada yang menjawab sibuk, ada yang menjawab setiap selesai sholat fardhu ( 5 kali sehari), ada yang membaca 3 lembar sehari, ada yang 5 kali sehari setelah sholat fardhu, ada yang menjawab jika sedang sempat saja. Jawaban antar individu bermacam-macam sesuai dengan alasanya masing -masing.

            Lalu pada pertanyaan selanjutnya tentang “Apakah pernah individu merenungi makna atau arti dari Al-Qur’an?”. Jawabanya diisi oleh masing-masing individu dengan perolehan 68,4% atau setara dengan 13 orang menjawab jarang. Dan dengan perolehan 31,6% atau setara dengan 6 orang yan menjawab sering. Jawaban hanya ada 2 jenis jawaban yang terjawab yaitu sering dan jarang. Dengan jawaban paling banyak jarang dan paling sedikit sering.

            Lalu pada jawaban selanjutnya pada pertanyaan terakhir “jika anda pernah merenungi makna Al-Qur’an apakah berpengaruh pada perilaku dan mental anda dalam kehidupan sehari-hari?” jawabanya pun sangat beragam. Ada yang menjawab dengan memahami Al-Qur’an membuatnya semakin bersyukur dengan menyadari segala kuasa Allah. Ada yang menjawab di dalam hadist Nabi diperintahkan untuk menjadi individu yang lebih baik dari kemarin yang membuat dirinya termotivasi. Ada pula yang berpendapat karena Al-qur’an adalah sumber kehidupan jadi dirinya berusaha memahami.

            Lalu ada yang berpendapat bahwa didalam Al-qur’an terdapat kisah Nabi yang sebelumnya belum diketahui. Lalu ada yang menjawab dengan membaca Al-qur’an orang tersebut menjadi sangat mencintai Al-qur’an. Ada yang menjawab Al-qur’an sangat mempengaruhi terutama yang menjelaskan tentang pentingnya mencari ilmu sehingga sangat memotivasi dirinya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Ada yang menjawab  dengan mengamalkan Al-qur’an dapat berpengaruh karena dengan memahami makna Al-qur’an dapat membimbing ke jalan yang benar.

            Lalu ada yang menjawab dengan memahami Al-qur’an hidupnya tertata karena dibatasi oleh aturan-aturan yang ada di dalamnya. Lalu ada yang menjadi teringat dengan kematian, karena kematian terasa dekat. Lalu ada yang menjawab sejauh ini belum tersentuh hatinya dalam mengamalkan Al- qur’an. Lalu ada yang menjawab jika sedang ada masalah dan agar lebih berhati-hati agar tidak melaksanakan kesalahan tersebut.

Lalu ada yang berpendapat terkadang ada kejadian yang dia temui dalam kehidupan sehari-hari yang pernah dibahas di Al-qur’an sehingga menjadikanya teringat kembali. Selanjutnya ada yang menjawab dengan memahami Al-qur’an seringkali ada ayat-ayat yang memberikan motivasi dalam perjalanan kehidupan. Ada yang menjawab biasa saja dalam hidupnya. Jawaban responden pada pertanyaan  yang terakhir ini dengan 17 jawaban orang yang merasa termotivasi dengan memahami makna Al-qur’an dan 2 orang yang belum merasa termotivasi.

 

DISCUSSIONS

 

            Pada hasil penelitian yang telah saya analisis hasilnya dapat di simpulkan bahwa remaja dengan rentang umur 17 sampai 23 tahun ini dalam mengamalkan Al-qur’an di berbagai kegiatan mereka lebih sering membacanya dengan intensitas waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kesibukkan masing-masing. Dalam kegiatan merenungkan serta memahami makna dan arti Al-qur’an jawaban paling banyak adalah jarang. Dan untuk jawaban apakah dengan memahami dan merenungkan dari Al-qur’an dapat mempengaruhi kondisi psikologi dan mentalnya jawabanya paling banyak  rata-rata adalah berpengaruh baik bagi hidupnya. Dalam penelitian ini kelebihan yang diperoleh peneliti adalah dapat mudahnya mengakses jawaban wawancara responden dengan hanya melalui google form, namun kekuranganya adalah pada beberapa jawaban ada yang kurang jelas dan akurat.

Pada penelitian ini menunjukan hasil bahwa banyak remaja yang mengetahui keutamaan-keutamaan atau dampak baik bagi yang membaca maupun mengamalkan Al-qur’an namun pada kenyataanya mereka jarang direnungi makna Al-qur’an itu sendiri karena berbagai kesibukanya. Dengan mengetahui keutamaan-keutamaan dan dampak baik dari Al-qur’an mereka mungkin akan termotivasi untuk sering merenungi dan mengamalkan Al-qur’an ini. Salah satu keutamaanya adalah Al-quran itu syifa atau Alqur’an sebagai obat, ini terdapat pada surah al-Isra’ ayat 82 yang bunyinya sebagai berikut :

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ وَلَا يَزِيْدُ الظّٰلِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا

Yang artinya “Dan kami turunkan dari Al-qur’an  suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”

Ini menandakan bahwa Al-qur’an dapat menjadi suatu penawar atau obat dalam segala penyakit dan kesehatan mental. Beberapa penelitian telah menjelaskan bahwa membaca Al-qur’an cenderung efektif untuk mengobati penyakit mental.[6]  Dan masih banyak lagi ayat yang membahas tentang keutamaan dari Al-qur’an.

            Dalam suatu penelitian juga pernah membuktikan bahwa air yang dibacakan ayat-ayat Al-qur’an terdapat perubahan molekul-molekul bentuk air menjadi indah jika dilihat dengan mikroskop. Ini adalah suatu bentuk nyata bahwa ayat-ayat Alqur’an memiliki pengaruh bagi sekitarnya. Pada usia remaja adalah masa ini banyak perubahan pada dirinya baik fisik maupun secara psikologis, masa ini dimana rentan mendapat masalah-masalah kehidupan  . Dalam menyelesaikan segala masalah hendaknya para remaja selalu merujuk pada Al-qur’an dan hadist. Pada beberapa ayat dalam Al-qur’an ada yang memiliki artinya “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”(Q.S Al-Insyirah 94 : 6) dan “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya.”(Q.S Al-Baqarah: 286). Pada ayat-ayat yang telah dicontohkan tersebut memiliki arti dan makna yang dapat menjadi motivasi remaja dalam menghadapi masalah-masalah kehidupan. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ahmad al-qodhi mengenai pengaruh ayat-ayat Al-qur’an terhadap kondisi psikologis dan fisiologis manusia. Ia membuktikan Alqur’an mampu menciptakan ketenangan batin (psikologis) dan mereduksi ketegangan-ketegangan saraf (fisiologis), sehingga dengan semakin sering membaca Al-qur’an maka mental kita akan terdidik kearah yang lebih positif.[7]

            Ada suatu hadist mengatakan, “ Barangsiapa membaca Al-qur’an dan mengamalkan isinya, Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. (riwayat Abu dawud). hadist ini menjelaskan bahwa keutamaan orang yang membaca dan mengamalkan isi Al-qur’an mendapat sisi yang sangat bagus. Ada juga hadist yang mengatakan  “Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga badanya sesuatu dari Al-qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” (riwayat Tirmidzi).[8] Rumah yang roboh disini dapat diartikan bahwa jiwa manusia baik mental maupun psikologi yang hidup tanpa berdampingan dengan Al-qur’an bagaikan badan dengan fondasi  yang lemah.

            Menurut riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2018 oleh kementrian kesehatan, gangguan mental emosional dengan gejala-gejala depresi dan kecemasan sebesar 9,8% untuk usia 15 tahun keatas dan terbanyak terdapat di Sulawesi tengah, Gorontalo, NTT dan Maluku(Riskesdas,2018). [9] Ini menandakan peran remaja juga memainkan peranya dalam kesehatan mental tersebut, diantara permasalahan remaja saat ini yang banyak adalah tentang depresi terutama mengenai masa depanya, masalah penampilan, masalah akademis, bullying dan masih banyak lainya. Hal ini tentunya dapat diatasi dengan selalu merujuk  dan berpegang teguh pada Al-qur’an. Oleh sebab itu dianjurkan jika sedang mengalami gangguan kesehatan mental jadikanlah Al-qur’an sebagai terapi jiwa, bisa dengan melalui takwa, ibadah, sabar, zikir dan taubat. Itulah nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-qur’an.

            Mungkin pada beberapa remaja seperti pada hasil penelitian, banyak yang mengerti manfaat dan dampak Al-qur’an bagi kesehatan mental. Namun jarang diterapkan pada kegiatan sehari-hari. Akan berbeda pada remaja yang sering mengamalkan  Hendaknya para remaja dan seluruh para muslim tidak mengabaikan Alquran baik mengamalkan maupun dari sisi pengkajian, pemaknaan, dan pemahaman supaya Al-qur’an terasa sangat dekat dan bersahabat dengan kita. Sempatkanlah untuk selalu mengamalkan dan merenungi Al-qur’an sesibuk apapun kegiatan kita. Jadikanlah Al-qur’an sebagai pedoman hidup karena kitab ini memberi petunjuk, rahmat, dan syafaat bagi para pembacanya.

           

CONSLUSION

            Remaja yang mengisi dalam penelitian ini berumur dengan rentang umur 17-23 tahun. Dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa  mereka rata-rata sering mengamalkan Al-qur’an namun pada perenungan jarang dilakukan. Dengan perolehan jawaban 68,4% yang menjawab jarang dengan berbagai alasan yang melatar belakanginya. Mereka rata-rata pada jawaban telah mengetahui berbagai keutamaan dari mengamalkan dan merenungi Al-qur’an. Mereka yang jarang merenungkan Alqur’an kurang motivasi dalam diri sehingga diperlukan mengetahui keutamaan-keutamaan Al-qur’an.

Salah satu keutamaan dari Al-qur’an itu terdapat dalam surah Al-Isra ayat 82 yang membahas tentang asy-syifa. Dalam sebuah penelitian juga Al-qur’an menciptakan ketenangan batin (psikologis) dan mereduksi ketegangan-ketegangan saraf (fisiologis), sehingga dengan semakin sering membaca Al-qur’an maka mental kita akan terdidik kearah yang lebih positif. Jadi. Dalam menyelesaikan segala masalah hendaknya para remaja selalu merujuk pada Al-qur’an dan hadist.

Dalam penelitian ini memiliki kekurangan dalam hal  teknik pengumpulan data.  Teknik yang digunakan dengan metode kualitatif menggunakan google form, sehingga dalam keakuratan data  kurang jelas karena tidak adanya pertemuan langsung antara narasumber dan pewawancara. Lalu selanjutnya tidak adanya dokumentasi baik audio, foto, maupun vidio.  Jawaban si narasumber terkadang ada yang kurang menjelaskan dalam menjawab soal-soal dalam kuesioner tersebut.

 

 

REFERENCES

 

Safliana eka, 2020, “Al-qur’an sebagai pedoman hidup manusia”, jihafas jurnal islam      hamzah fansuri, vol.3 no 2

Al-Dausary Mahmud, 2020, “keutamaan Al-Qur’an”, www.Alaukah.Net

Afandi Muslim, 2018, “Al-qur’an dan psikologi”, Medina Te: Jurnal

studi Islam,Vol.18 no.1

Mujib Abdul dan Mudzakir Jusuf, 2021, “Nuansa-nuansa psikologi Islam”, PT Raja        Grafindo persada, Jakarta

Nufus nurun, 2023, “konsep kesehatan mental dalam Al-qur’an”, mushaf journal,

            Vol.3 no.3

Aini syarifah, 2022,  “efek membaca Al-quran pada pendidikan mental”, jurnal    pendidikan dan konseling, vol.4 no.6

Nawawi, “keutamaan membaca dan mengkaji Al-qur’an”, konsis media

Radiani A widiya, “kesehatan mental masa kini dan penanganan gangguanya secara       alami”,  Jurnal of islamic and law studies, vol.3 no.1

 



[1] Eka safliana, “Al-qur’an sebagai pedoman hidup manusia”, vol. 3 N0 2(2020),jihafas jurnal islam hamzah fansuri, 2020, hal.1  

[2] Mahmud Al-Dausary, “keutamaan Al-qur’an”, www.Alaukah.Net (2020), hal.15

[3] Muslim Afandi, Al-Qur’an dan psikologi, vol.18 no.1 (2018), Medina Te:Jurnal studi Islam 2018 hal.72

[4] Abdul mujib dan Jusuf mudzakir, Nuansa-nuansa psikologi Islam (Jakarta: PT Raja grafindo persada,2001), hlm.482.

[5] Nurun nufus, konsep kesehatan mental dalam Al-Qur’an, vol.3 No.3 (2023), MUSHAF JOURNAl: jurnal ilmu Al-Qur’an dan Hadist hal.445

[6] Syaripah aini,efek membaca Al-qur’an pada pendidikan mental, vol.4 no.6 (2022), jurnal pendidikan dan konseling 2022 hal. 3

[7] Ibid…hal.6

[8] Nawawi, keutamaan membaca dan mengkaji Al-qur’an, (konsis media), hal.20

[9] Widiya A radiani, kesehatan mental masa kini dan penanganan gangguanya secara alami, vol.3 no.1, jurnal of islamic and law studies,2019,hal.90

“ IMPLIKASI MEDIA SOSIAL DENGAN KESEHATAN MENTAL MAHASISWA UIN GUSDUR ”

(karya : Tasya zaki arifatun nisa)

 Media sosial merupakan media online yang dapat digunakan sebagai sarana bersosialisasi, berbagi ide/informasi, dan bertukar pikiran melalui jejaring dan komunikasi virtual. Jika menurut Kotler dan Keller (2016) berpendapat bahwa media sosial adalah jalan tengah bagi konsumen untuk berbagi informasi dalam bentuk tulisan, gambar, audio, dan vidio dengan sesama pengguna atau bisa jadi dengan perusahaan. Media sosial merupakan sarana berkomunikasi, berinteraksi, bekerja sama dan berbagi melalui bentuk ikatan sosial secara vitural (Nasrullah, 2015). Pada data Indonesia sendiri jumlah pengguna aktif media sosial warga Indonesia mencapai 167 juta orang, yang kebanyakan penggunanya adalah generasi muda terutama ada Mahasiswa indonesia.

Survei yang dilaksanakan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017 durasi penggunaan media sosial dalam sehari dalam rentang waktu 1-3 jam sebesar 43,89%, 4-7 jam sebesar 29,63% dan melebihi 7 jam sebesar 26,48% dengan konten media sosial yang banyak dikunjungi misalnya facebook, instagram, whatsApp, Linkedin, Twitter, dll. Yang rata-rata penggunanya adalah remaja. Media sosial memiliki banyak manfaat antara lain, memudahkan komunikasi antar individu baik secara personal maupun dalam kelompok tertentu, memungkinkan berbagi ide/informasi dengan cepat dan luas, memperluas jaringan sosial, menjadi sarana promosi dan pemasaran bagi individu,bisnis,maupun organisasi, dapat juga menjadi sebagai media hiburan bagi penggunanya. Dan masih banyak lagi deretan manfaat dari sosial media ini. Namun, bukan hanya deretan manfaatnya saja yang banyak tapi dampak negatifnya juga ada.

Dari berbagai deretan manfaat hadirnya Sosial media ada juga dampak negatif nya yaitu seperti, Interaksi tatap muka cenderung menurun sehingga menimbulkan konflik, masalah privasi, dan kerentanan terhadap pengaruh negatif orang lain, kecanduan terhadap internet, bahkan dapat berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Remaja dan dewasa yang menghabiskan banyak waktu untuk bermedia sosial memiliki dampak negatif pada kesehatan mental yang bisa meningkatkan kecemasan, stress, depresi bahkan kesepian. Berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan melalui soal kuisioner Gform terhadap beberapa mahasiswa UIN GUSDUR hasilnya menunjukan bahwa 75% dari mereka menghabiskan 3 jam lebih untuk bermain sosial media dan sisanya 25% menghabiskan waktu 2-3 jam per harinya. Ini menunjukkan bahwa peran mahasiswa juga besar dalam berkontribusi penggunaan Sosial media.

Phillip Kassman, psikoterapis di California School of Professional Psychology, merekomendasikan untuk membatasi penggunaan media sosial hingga 30 menit hingga satu jam per hari. Jika hal ini dilakukan akan terjadi peningkatan signifikan dalam kesejahteraan mental. Media sosial merupakan sumber informasi yang mudah dan cepat didapatkan bagi penggunanya. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa sosial media itu Toxic di karenakan pada platform ini pengguna diberikan kebebasan dalam berbagi ide, berinteraksi sosial, membentuk hubungan, dan menciptakan citra sosial yang mana dapat disalah guna kan oleh orang-orang tertentu. Dampak buruknya juga bisa menjadi ajang cyber bullying, cancel cultur, bahkan berita Hoax.

Media sosial memungkinkan para penggunanya untuk dapat menjadikan suatu topik sebagai trending dimana ini memungkinkan bagi penggunnya dapat mengetahui  apa yang tengah terjadi dan apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi. Pengguna akun ini dapat melakukan tindakan cancel cultur yaitu suatu tindakan memepermalukan atau mengeluarkan individu dari suatu kelompok masyarakat karena dinilai menyimpang dari norma sosial. Hal seperti ini dapat berpengaruh bagi kesejahteraan  psikologis seseorang, orang tersebut dapat mengalami isolasi sosial, mengalami stres, depresi, dan kecemasan sosial. Cancel culture   saat ini terlihat seperti cyberbullying dan pemboikotan. Berdasarkan penelitian yang telah saya lakukan terhadap beberapa mahasiswa UIN GUSDUR, 61,5% dari mereka pernah mengalami konflik online terkait perbedaan pendapat atau nilai. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan seseorang dalam menghadapi dampak negatif  Cancel culture adalah dengan detoksifikasi  digital yaitu seseorang menahan diri untuk tidak menggunakan perangkat digital, Cara ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing individu.

Mudahnya akses dalam teknologi media sosial menjadikan pengguna bebas dalam berekspresi, individu dapat menentukan identitas yang mereka pilih baik mengungkapkan identitas asli maupun tidak. Hal ini dinamakan dengan anonimitas (yaitu seseorang yang merahasiakan identitasnya), ini dapat mengakibatkan deindividuasi yaitu keadaan seseorang yang kehilangan kesadaran atas dirinya sendiri Self awareness dan kehilangan evaluasi pada dirinya karena  menjadi satu dengan kelompok. Ketika Individu merasa bebas berperilaku, ini dapat menjadikan kehilangan kontrol yang dapat menjadi salah satu faktor terjadinya Cyberbullying  di media sosial. Salah satu perbuatan yang bisa dilakukan oleh seseorang dalam menghadapi  dampak negatif dari Deindividuasi ini adalah dengan bijak dalam berkomentar mengenai suatu hal di media sosial, dan memahami adanya jejak digital.

Media sosial juga menjadi platform yang mudah untuk menyebarluaskan tentang berbagai berita dan informasi. Bahayanya dari banyaknya berita atau informasi yang beredar membuat penyaringan informasi menjadi sulit, hal ini dapat memicu terjadinya Hoax. Hoax merupakan kabar, informasi, berita palsu atau informasi yang tidak benar adanya yang bertujuan untuk membuat masyarakat tidak nyaman, aman dan kebingungan. Setiap harinya kementrian komunikasi dan informatika (kominfo RI) menemukan berbagai macam  kasus penyebaran hoax di berbagai platform  baik Instagram, WhatsApp, Facebook, maupun media sosial lainya. Ini sangat merugikan mahasiswa dan juga masyarakat semua baik secara mental, dan material. Hoax dapat dicegah  penyebaranya dengan  cara meningkatkan literasi digital, menelaah informasi yang diperoleh secara objektif, melakukan double check pada berita yang diterima dan akan disebarluaskan kepada orang lain, dan tetap beretika dalam menggunakan jejaring sosial.

Federasi kesehatan mental dunia ( World faderation  for mental health) pada saat kongres kesehatan  mental di London, 1948  merumuskan pengertian kesehatan mental sebagai kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang optimal baik secara fisik, intelektual, dan emosional, sepanjang hal itu sesuai dengan  keadaan orang lain. Hal ini jelas menjelaskan bahwa kesehatan mental saja tidak cukup  dari sudut pandang individu saja, namun harus didukung oleh masyarakat agar dapat berkembang secara optimal. Remaja, khususnya pelajar seusianya, berada pada puncak perkembangan dan kondisi fisik  yang optimal, namun dari segi psikososial banyak mengalami permasalahan yang berkaitan dengan keadaan psikologis yang tidak stabil, yaitu pada masa-masa tersebut. Hal ini menjadi kewaspadaan para mahasiswa dalam bersosialisasi menggunaka media sosial tersebut. Upaya pencegahan penyakit jiwa sangat penting bagi mereka. Hal ini dapat dilakukan dalam bentuk program seperti kesadaran kesehatan mental dan nasihat hidup sehat di media sosial.

 

 

KESIMPULAN

Media sosial merupakan media online yang dapat digunakan sebagai sarana bersosialisasi, berbagi ide/informasi, dan bertukar pikiran melalui jejaring dan komunikasi virtual. Media sosial mempunyaii dampak positif dan negatif, dimana dampak negatifnya dapat berhubungan dengan kesehatan mental. Media sosial memiliki banyak manfaat antara lain, memudahkan komunikasi antar individu baik secara personal maupun dalam kelompok tertentu, memungkinkan berbagi ide/informasi dengan cepat dan luas, dan lainya. Dampak negatifnya juga bisa menjadi ajang cyber bullying, cancel cultur, bahkan berita Hoax. Untuk mencegah terjadinya dampak negatif dari media sosial kita dapat menerapkan meningkatkan literasi digital, bijak dalam bermedia sosial, mengadakan program-program seperti peningkatan pengetahuan terhadap kesehatan mental, penyuluhan hidup sehat dalam bermedia sosial dan lain sejenisnya.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 Amirah Nurul dkk,  2023, hubungan kecanduan media sosial terhadap kesehatan mental remaja pada masa pandemi covid19, Community of Publishing in Nursing (COPING), volume 11, diakses 19-11-2023, https://ojs.unpkediri.ac.id/index.php/efektor/article/view/15632,

Afifah Sarah Raihan Septiana dkk, 2022, memahami fenomena perilaku di dalam dunia online: pendekatan psikologi, ( Yogyakarta: Deepublish publisher )

 Notosoedirjo Moeljono & Latipun, 2005, Kesehatan mental konsep dan penerapan (Malang: UMM Press)

Kamis, 18 Juli 2024

IAT MENGAJAR DAN SANTUNAN ANAK YATIM 2024


       Rabu, 18 Juli 2024 yang bertempat di Masjid As-Shodiq, TPQ Nurul Athfal Podo Pekalongan. HMPS IAT Kembali mengadakan kegiatan IAT mengajar dan santunan anak yatim



        Kegiatan dimulai dengan  pembukaan oleh MC yaitu Baya Risqiya dan Salsafi sabilillah, lalu dilanjut pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh saudari Dwi setyaningrum, lalu dilanjut sambutan ketua pelaksana oleh saudari Riska Meilani. Kemudian sambutan ketua HMPS IAT oleh saudari Sugmalia Larasati. lalu dilanjut oleh sambutan Kaprodi IAT oleh Bapak Misbakhuddin Lc., M.Ag. kemudian sambutan dari pengurus TPQ Nurul Athfal, dilanjut dengan maudhoh Khasanah oleh Ust. Kompol H.Pujiono, SH.,MM.  Kemudian penyerahan plakat dan santunan ( secara simbolis) oleh perwakilan panitia. Kemudian yang terakhir Doa dan penutup oleh perwakilan ustadz TPQ.

        Kegiatan berjalan dengan lancar yang dimulai pada pukul 15.30 sampai dengan pukul 17.30 di masjid Nurul Athfal Podo, Pekalongan. Kegiatan seperti ini Alhamdulillah bisa terlaksana kembali pada tahun 2024 ini, kegiatan santunan beserta Iat mengajar ini sangat baik dan InsyaAllah bermanfaat bagi sesama masyarakat sekitarr. Dengan berusaha menerapkan nilai-nilai pengabdian pada masyarakat, mahasiswa  HMPS IAT ini berhasil melaksanakan kegiatan tersebut dengan sukses. Dengan sedikit santunan dan pengajaran bagi anak-anak TPQ tentulah amat berharga bagi mereka. semoga  apa yang telah dilakukan  ini mendapat  keridhaan-Nya. Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah  berkontribusi baik secara materi maupun tenaga untuk mensukseskan acara tersebut.


Editor : Tasya Zaki Arifatun Nisa


Sabtu, 13 Juli 2024

AKHIRNYA AKU TELAH MENEMUKANMU

Penantianku dalam doa- Supriyanto


Hadir Mu, itu spesial menurutku. Sedari dulu mengharapkanmu dalam doa yang aku panjatan kepada Tuhan. Hari demi hari rasanya tersiksa oleh gelora rindu yang semakin menggebu dalam jiwa. Ya Tuhan !! apalah nasib seorang pujangga. Namaku Wirya Wikarna, inilah  kisah ku pertama dalam mengenal bagaimana rasanya jatuh cinta. Aku yang selalu disibukan dengan pekerjaanku sebagai seorang akademis yang terlalu memfokuskan diri terhadap hal-hal yang berbau ilmiah nalaris dan kritis. Kurang lebih bisa dianggap orang yang berwajah serius dah !! ngga bisa terlalu dianggap bercanda. 

Namun apalah daya kehidupanku semenjak saat itu merasakan sesuatu ada yang masuk dan mengubah pola pikiranku, agak aneh si? tapi apalah dayaku kadang tidak bisa mengubah pola pikirku semenjak mengenalnya, serasa dibawa ke alam bawah sadar. Mulanya bagiku ia nampak biasa saja apalah daya mendadak ia masuk dalam dimensi kehidupanku. Mungkin benar apa kata orang tua dulu pernah berkata :  Witing Tresna Jalaran Saka Kulina, ya Tuhan menurutku ini merupakan hal yang lucu, orang seserius ini baru pertama kali merasakan yang namanya jatuh cinta, padahal orang-orang disekitarku banyak yang memberikan steatmen bahwa aku ini tidak akan mungkin merasakan jatuh cinta, di mana sibuk mulu bergelut dengan buku dan jurnalmu seolah-olah sudah kaya plankton saja, hahahah!!! Wirya-wirya memang harus seunik ini kisahku. 

Namun apalah daya jeng-jeng-jeng !!! kali ini skenario Tuhan mulai lagi, ada kalanya bertemu tidak mesti bersama kita disibukan dengan ya dunia masing-masing. Aku mengejar impianku sebagai seorang penulis yang mungkin akan membawaku ke nasib yang lebih baik, sedangkan ia mengejar karirnya sebagai seorang pembisnis yang  sukses, dan itu pun kadang kala membuatku merasakan pedihnya akan kerinduan dalam sebuah perjumpaan, apakah mungkin dia juga sama ya? Ya ampun inilah kadang kala mengganggu fokusku, seorang Wirya yang hebat kenapa si harus kalah dengan over thingking, rindu padahal pengaguman tak pernah ku ungkapkan tapi aneh lagi deh kamu ini, tapi mau bagaimana lagi prinsip yang mengakarmu pada agama, sampai suatu ketika munajatku dalam doa pada yang kuasa tiada angin-tiada hujan tibalah kita dipertemukan pada suatu momen, di mana  dalam sebuah proyek penelitian ia sebagai narasumber inspiratif dan pemateri dalam sebuah forum pertemuan program pengabdian masyarakat. Apakah ini ending nya hehehe, semogalah bersamanya itu kaya ada spesial walaupun bukan kaya martabak hahaha, tenang dan nyaman, di mana ia serasa rumah bagiku.    

KONSEP-KONSEP NILAI SOSIAL DI PAGUYUBAN IKATAN REMAJA GLEMPANG (IRG) DESA BOJONG KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA

Abstrak

Organisasi atau pun kelompok pastinya berdiri dengan adanya nilai-nilai yang mendasarinya, seperti yang telah kita ketahui manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa lepas yang kegiatan sosialnya seperti interaksi antar sesama makhluk sosial. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaiamana peran nilai sosial ini berpengaruh terhadap kesejarahan membentuk oganisasi. Serta bagaimana nilai sosial ini membentuk solodaritas dalam kelompok sosial. Salah satu pendapat tokoh seperti Ibnu Khaldun telah mengemukakan teorinya konsep-konpsep ashabiah ini mempengaruhi hubungan sosial dalam kelompok.

Kata Kunci : Ashabiah, Nila Sosial, Solidaritas  

Pendahuluan

Nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat tidak bisa dipisahkan dalam kebutuhan sehari-hari, karena sebagai sesuatu yang sangat amat berharga. Tanpa adanya nilai-nilai sosial maka kehidupan masyarakat akan kacau. Nilai sosial itu sendiri adalah suatu penghargaan dalam diri manusia mengenai sesuatu yang terjadi berkaitan benar-atau salah, baik atau tidak baik Nilai atau value menurut .

Nilai sosial dalam Ikatan Remaja Glempang sangat berharga. IRG sendiri merupakan sebuah organisasi yang bersifat paguyuban dengan itu tujuan dari pembentukan organisasi tersebut salah satunya nilai-nilai sosial yang menjadi dasar berdirinya organisasi IRG.

Dalam peranan sosial masyarakat tentunya IRG ini tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya warga dukuh Glempang yang menjadi cikal bakal berdirinya IRG. Alasan lain mengenai paguyuban ini bagaimana IRG mampu mempertahankan eksistensinya dalam mempertahankan nilai-nilai ke -bersamaan serta solidaritasnya. Sejarah  berdiri jika dikaitan dengan nilai-nilai sosial serta mendasarsi  Pengaruh nilai-nilai sosial dalam organisasi IRG Bagaimana peran nilai sosial dalam organisasi IRG.

Menurut Horton dan Hunt nilai adalah suatu gagasan terkait pengalaman berarti atau tidak, dan pada hakikatnya pada perilaku serta pertimbangan seseorang, atau suatu tindakan yang dianggap sah dengan nila-nilai yang disepakati serta dijunjung tinggi oleh masyarakat jadi nilai merupakan sesuatu yang dianggap berharga bernilai baik ataupun benar yang menjadi kesepakatan dalam masyarakat ataupun kelompok.

Selain itu adapula teory yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tentang organisasi sosial seperti pendapat Amitai Etzioni, menurutnya organisasi adalah satuan unit sosial yang sengaja dibentuk dengan suatu tujuan tertentu tujuan inilah yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial karena dengan tanpa adanya nilai suatu kelompok atau lembaga tidak akan terbentuk dengan sendirinya.

Dalam pandangan Ibnu Khaldun sendiri menurutnya dasar pembentukan suatu kelompok masyarakat adalah adanya nilai-nilai kesadaran baik itu ikatan keluarga maupun kesukua. Adapun pendapatnya sebagai berikut ashabiyah ini dapat diartikan suatu kedekatan hubungan individu kepada kelompoknya berusaha sekuat tenaga memegang prinsip dan nilai-nilai yang telah disepakati secara bersama dalam pandangannya tersebut dasar pembentukannya berkaitan nilai-nilai kesolidaritasan yang  dijunjung tinggi dalam kelompok masyarakat tersebut.

Nilai-nilai ini juga berperan dalam pembentukan lembaga atau kelompok dalam masyarakat, karena dengan adanya lembaga ini perannya sangat penting sebagai wadah baik dalam bertukar pikiran maupun ekspresi diri dalam masyarakat. dalam kelompok masyarakat juga dikenal tentang adanya kelompok primer dan kelompok sekunder, kelompok primer itu sendiri dapat dikatakan kelompok yang memiliki kedekatan lebih langgeng serta bersifat personal. Menurut Charles Horton Cooley kelompok primer itu sendiri merupakan kelompok pertama bagi orang yang mendapatkan pengalaman hidup. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang hanya terikat karena suatu hubungan tertentu tatap muka jarang serta dalam hubungan sosial tidak bersifat intens seperti hubungan kerja. Ada juga istilah in group dan out grup, in grup sendiri lebih bersifat merasa dalam bagian dalam kelompok tersebut dan out grup bagian kelompok yang di luar kelompok adanya in group dan out grup ini karena di dalam suatu kelompok masyarakat terdiri dari berbagai kelompok-kelompok kecil yang merupakan satuan dari kelompok besar.

 

Metode

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi, serta wawancara dengan ketua IRG dari hasil penelitian tersebut kemudian disusun dan diambil data-data yang falid sehingga mendapatkan data yang lebih valid sehingga menjadi data yang lebih relevan. Pada  penelitian ini juga menggunakan kajian tinjauan pustaka dari beberapa artikel-artikel dan juga buku-buku yang berhubungan dengan kaitannya dengan nilai-nilai sosial. Salah satu teknik pengumpulan data ini adalah melalui tahapan observasi dimana peneliti mengamati betul mengaitkan kegiatan studinya dengan sebab akibat dari hasil penelitiannya. Penelitian studi ini juga dikategorikan sebagai studi lapangan dimana, ada tahapan observasi, serta tahapan pengumpulan sample. Dimana peneliti memulai penelitiannya dengan serangkaian tahapan dimana peneliti mencatat, pengalaman-pengalaman yang didapatnya melalui hasil pengamatannya. Tapan selanjuntnya pengumpulan dilakukan dengan mengumpulkan hasil dan sample dari hasil tahapan penelitian yang telah dilakukan.

Pembahasan

IRG terbentuk pada tanggal 27 Agustus 2018, nama IRG merupakan singkatan dari Ikatan Remaja Glempang yang di prakarsai oleh pemuda dari pedukuhan Glempang yang merupakan nama wilayah dalam suatu dusun tepatnya di dusun 1. IRG ini beranggotakan mencangkup dua wilayah RT, yaitu RT.01 dan RT.02 dari terdiri dari para  remaja maupun pemuda yaitu kebanyakan para anggota berusia kisaran 17 ke atas. Pada mulanya nama organisasi tersebut tidak ingin mencantumkan  diri dengan remaja, namun karena melihat mayoritas dari keanggotaan mayoritas para remaja pada tahun 2019 maka disepakati adanya nama  remaja. Selain itu organisasi ini juga didorong oleh antara kedua belah pihak RT, baik dari RT.01 dan RT.02 sebagai bentuk keprihatinan pengaruh perkembangan teknologi yang semakin menggerus nilai-nilai persatuan. Adapun berdasarkan hasil wawancara dengan ketua IRG periode 2020 sampai dengan sekarang yaitu bang Indra, beliau menuturkan bahwa dari latar belakang wilayah pedukuhan Glempang itu sendiri itu merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya memiliki hubungan erat kekerabatan, di mana mereka memiliki garis keluarga dari para anggota. Hal ini sama seperti teori yang pernah di kemukakan oleh Ibnu Khaldun yaitu tentang konsep ashabiyah adanya dasar ikatan darah kekeluargaan dalam suatu kelompok. Pada konsep tersebut menurut Ibnu Khaldun ikatan yang menjadi kunci atau dasar kekuatan dalam suatu kelompok, dimana dalam kelompok tersebut adanya penekanan akan kesadaran akan nilai-nilai seperti solidaritas sosial dalam kelompoknya. Ada beberapa konsep-konsep dasar ashabiah yang melatar belakanginya di antaranya adanya kekerabatan seperti berdasarkan garis keturunan. Jika melihat latar belakang adanya rasa keprihatinan, seperti banyaknya pengangguran, putus sekolah, maka dengan adanya kesadaran dari para remaja dalam rangka membentuk kesadaran tentang pentingnya rasa solidaritas dalam menghadapi persoalan tersebut dengan membentuk suatu komunitas agar dapat diselesaikan secara bersama.

Salah satu pengaruh nilai-nilai dalam organisasi, nilai itu sendiri merupakan suatu ide atau gagasan dalam suatu kelompok atau komunitas masyarakat yang disepakati atau dianggap sebagai sesuatu yang benar. Dalam setiap kelompok masyarakat tentunya memiliki nilai-nilai tersendiri, seperti budaya, dan keagamaan di antara nilai-nilai tersebut membentuk serta mempengaruhi kehidupan masyarakatnya salah satu nilai-nilai yang dipegang teguh dalam organisasi IRG ini adalah nilai budaya, salah satunya dengan latar belakang kekeluargaan yang tentunya memiliki ikatan salah satunya nilai-nilai gotong royong antar anggota kelompok salah satunya dengan diadakannya pertemuan rutin pada setiap awal bulan dalam rangka membangun solidaritas dalam kelompoknya.

Pertemuan Rutinan

Pertemuan Musyawarah Dengan Tokoh Masyarakat Dan Agama

Nilai-nilai solidaritas ini sebenarnya juga sudah dibangun dari generasi ke generasi salah satunya, adanya peran dari para tokoh sangat mendukung serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan IRG, dan juga keterlibatannya dalam setiap mobilisasi dalam kehidupan masyarakat. salah satu pengaruh nilai-nilai sosial ini di mana pengaruh  berkaitan dengan visi misi, mobilitas yang diwujudkan dalam program kerja. Apabila nilai-nilai sosial tersebut tidak maka akan menjadi problem serta IRG ini tidak akan mungkin terbentuk. Nilai solidaritas ini sejatinya juga dibangun berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan yang dibentuk dalam program kerja serta visi dan misinya.

Salah satu bentuk kegiatan sebagai wujud solidaritas dalam organisasi di antaranya pertama kegiatan-kegiatan sosial seperti, kegiatan kematian, hajatan, serta menjenguk orang sakit sebagai suatu sarana bentuk kepedulian antar anggota. Tidak hanya sosial saja namun pengaruh lain dari adalah mengenai latar belakang keagamaan. Dibalik kegiatan sosial para tokoh agama juga menjadi pendorong dalam setiap mobilisasi dalam kegiatan sosial yang dihubungkan dengan aktivitas kerohanian, salah satunya pembagian bingkisan, maupun uang sebagai bentuk santunan bagi duafa, serta anak yatim. Selain itu adanya khotmil quran, dan juga agenda perencanaan kegiatan peringatan hari besar Islam. Adapun visi misi dari IRG sendiri antara lain : Visi dari IRG merupakan wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas generasi muda yang berkelanjutan untuk menjalin persaudaraan dan rasa kebersamaan untuk pemuda baik kepemudaan RT 01 dan RT 02 maupun warga masyarakat dalam pengembangan kreativitas. Dan Misi IRG

1.      Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi warga masyarakat RT 01 dan RT 02 pada umumnya dan khususnya generasi muda yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah sosial di lingkungannya.

2.     Melestarikan kesenian daerah pengembangan minat untuk berolahraga. 

3.      Meningkatkan peran pemuda dan perempuan serta memberikan kesadaran akan pentingnya perlindungan hukum terhadap keamanan masyarakat. 

4.     Terwujudnya pemuda dan pemudi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, penuh perhatian dan peka terhadap masalah dengan daya fisik dan mental yang kuat, tegas dan teguh pendirian, serta mampu berkreasi, berkarya, dan jujur sebagai acuan di masyarakat.

Melihat dari visi serta misi dan juga mobilitas yang dilakukan membuktikan betapa peran nilai sosial ini memiliki peran penting dalam IRG salah satunya perannya dalam mewujudkan visi serta misinya, adanya peran dari tokoh agama dalam memberikan pengaruhnya salah satunya nilai-nilai religiusitas. Nilai agama ini memberi dampak serta pengaruh penting dalam kegiatan IRG salah satunya sebagai bentuk wujud norma yang melembaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun jika dikaitkan dengan teori kelompok sosial masyarakat IRG tidak bisa dilepaskan dengan teori tersebut. Pada dasarnya kelompok sosial ini terbentuk karena adanya kecenderungan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari yang namanya interaksi sosial. Dalam hal ini manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, karena dalam memenuhi kebutuhannya pastinya melibatkan orang lain. Ada banyak jenis kelompok sosial dalam masyarakat salah satunya adalah kekerabatan, jika menelisik IRG ini juga dibentuk atas dasar adanya kekerabatan adanya kesamaan baik latar belakang maupun hubungan antara satu anggota dengan lainnya saling mengenal dan jumlah anggotanya terbatas yaitu melingkup dua kawasan RT dan juga hanya dalam satu wilayah pedukuhan. Nilai kekeluargaan ini memiliki peran penting dalam membangun suatu kelompok, salah satunya membangun kepekaan serta kepedulian antar anggota dalam kelompok masyarakat. Selain itu tentunya dalam membangun sebuah kelompok salah satunya adanya sebuah tujuan di mana salah satunya tujuan tersebut dibentuk dalam sebuah visi dan misi yang diwujudkan menjadi sebuah nilai demi mencapai tujuan bersama. Nilai memiliki pengaruh besar salah satunya terhadap pola perilaku dalam masyarakat, yang ditransmisikan dalam peraturan atau norma-norma yang berlaku salah satunya adalah guna membentuk kesadaran dalam masyarakat. Mengenai peran nilai dalam keberlangsungan organisasi IRG ini sangat memiliki peran penting salah satunya bagaimana membangun, serta menjaga persatuan sekaligus keutuhan yang selama ini telah terbentuk. Nilai sosial ini dibentuk oleh kesadaran, dalam individualitas itu sendiri bagaimana ia menyadari peranannya dalam kelompok sosial, salah satunya dapat diwujudkan dalam bentuk aktivitas sosial seperti berkumpul, serta mengemukakan ide-ide atau gagasan terkait bagaimana membangun, serta membawa kemajuan bagi organisasi IRG tersebut. Dalam peran lainnya wujud asahabiah antara lain seperti kegiatan sosial yang dilakukan adanya kegiatan santunan anak yatim terlebih lagi bagi warga Glempang merasakan manfaat dari kegiatan tersebut, selain itu adanya adanya bantuan sosial sebagai wujud kepedulian antar anggota dalam kelompok masyarakat.

Adapun dalam teori Emile Durkheim menyebutkan solidaritas merupakan  nilai suatu nilai yang dibangun atas dasar kepercayaan  antar sesama dalam kelompok. Rasa kepercayaan ini menimbulkan perasaan moral di mana akan menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, serta rasa saling menghormati dan adanya rasa keprihatinan bersama. Jadi kelompok sosial ini dibangun atas dasar perasaan emosional, salah satunya hubungan yang dibangun atas dasar keterikatan antar anggota dalam satu kelompok. Hal ini juga dapat dilihat dalam kegiatan IRG, rasa solidaritas yang dibangun dalam kelompok masyarakat, di mana  adanya kepercayaan yang dibangun atas dasar kepercayaan. Salah satu bentuknya antara lain adanya rasa kepedulian antara anggota, seperti ketika ada yang sakit maka anggota yang lain menjenguknya sebagai wujud kepedulian, kegiatan hajatan para anggota IRG dalam rangka wujud kepedulian adalah diwujudkan dengan memberikan sumbangsih berupa materi maupun tenaga dalam berjalannya kegiatan tersebut. Hal ini juga dibangun atas dasar ikatan kekeluargaan di mana adanya  kepedulian  baik empati maupun simpati antar anggota.

Di dalam kelompok masyarakat tentunya tidak bisa lepas dengan adanya problem dalam kelompok sosial, hal ini berkaitan dengan nilai-nilai dan norma yang mungkin bisa menimbulkan problema. Masalah yang timbul dalam kelompok sosial ini tidak bisa lepas dengan gejala sosial serta yang mengganggu keberlangsungan dalam kehidupan sosial. Masalah sosial ini bisa bersifat internal maupun eksternal, masalah internal adalah masalah yang timbul dari dalam kelompok sosial masyarakat. salah satu masalah internal ini berkaitan dengan struktural serta hambatan komunikasi antar kelompok sosial masyarakat. Namun pada dasarnya masalah internalisasi dalam kelompok ini besar kemungkinan dapat diselesaikan secara cepat. Masalah eksternal masalah yang timbul dari dalam kelompok masyarakat, ini adalah masalah yang timbul adanya persaingan dalam kelompok masyarakat.  Problem ini sering kali menjadi penghambat dalam mobilitas organisasi sosial.

Salah satu upaya dalam menjaga solidaritas dalam ikatan adalah dengan mengadakan pertemuan rutinan setiap bulan sekali salah satunya, dengan menjalankan pertemuan tersebut adanya diskusi serta bertukar pikiran antar sesama anggota sehingga rasa kepercayaan dan ikatan akan semakin terjalin dengan baik.

Kesimpulan

Nilai sosial sangat berperan penting dalam membentuk solidaritas ikatan dalam suatu kelompok masyarakat. dengan nilai ini masyarakat membentuk suatu aturan dan norma. Seperti dalam organisasi atau kelompok sosial dalam IRG ini dibangun atas dasar adanya ikatan kekeluargaan atau tipe kelompok masyarakat dengan asas kekerabatan di mana dalam satu kelompok tersebut masih memiliki hubungan ikatan kekeluargaan.  Peran nilai ini sangat berperan penting salah satunya dalam membentuk atau dasar dari terbentuknya organisasi IRG ini terbentuk juga karena adanya kesamaan seperti membawa kemajuan bagi warga serta masyarakat di pedukuhan Glempang. 

  

 

Daftar Pustaka

LUSI ANAK ILUSI YANG DI ILUSTRASI

           Menjelang malam di kota Clock Tower terlihat sepi dan sunyi akibat perang antara tentara Lordgraem dan tentara Cvusky dua kerajaan yang adidaya yang sedang berebut kekuasaannya. Sesosok anak perempuan berambut pirang bermata biru bernama Lusi duduk di atas batu besar, Ia menatap bangunan di depanya yang sudah hancur, "Apakah di luar sana udaranya sejuk, pemandangannya indah seperti gambaran cerita dongeng” ucap lusi di dalam hati sambil memeluk boneka kesayangannya. Lusi turun dari tempat duduknya berlari kerumahnya di kota bawah tanah buatan kaisar agunguntuk para penduduk sebagai perlidungan dari perang. Lusi menghampiri ibunya yang sedang merajut baju, “lusi tolong ambilkan benang rajut di lemari bawah” cakap ibu yang memerintah anaknya, Lusi-pun berlari dari duduknya berlari ke arah lemari untuk mengambil benang rajut perintah Ibunya. Ketika membuka lemari terdapat pusaran portal dunia lain, tiba-tiba badan Lusi terseret kedalam portal layaknya terseret ombak laut yang begitu besar. "Ibu..." teriak Lusi memanggil Ibunya, Ibunya pun tersentak kaget dan refleks mengejar untuk menggapai tangan Lusi namun tidak bisa.

                Seorang gadis tergeletak pingsan tak sadar di samping prasasti kuno, lusi terbangun akibat suara petir menyambar, ia melihat tubuhnya yang mengalami perubahan, ukuran tubuh orang dewasa, “apa yang terjadi pada diriku” ucap lusi sambil memegangi wajah dan badannya. Tibatiba datanglah sesosok manusia kerdil berambut merah gondrong menghampirinya, “Hai nona sedang apa kau disini ini tempatku”, ucap si kerdil sambil membawa hasil buruannya. Lusi pun berkata “siapa kamu.........” “sekarang aku dimana........”, hey seharusnya aku yang bertanya, “siapa dirimu, disini tidak ada yang berbadan besar sepertimu ” ucap sikerdil. Manusia kerdil terus keheranan dan beribu-ribu pertanyaan yang ada di benaknya ingin ia tanyakan, namun Lusi juga bingung apa yang terjadi pada dirinya. Akan aku ceritakan asal muasal nya kepadamu tetapi tolong jelaskan tempat apa ini sebenarnya, ucap lusi sambil suara    terbata-bata. Si kerdilpun menjawab, termpat ini bernama Angkorongandap perbatasan antara wilayah Kamulyanseno dan wilayah Babatgesang. Setelah mendengar jawaban si kerdil akhirnya lusi menceritakan asal muasal ia terdapat di wilayah ini. “Namaku Badri projoh berasal dari wilayah gersang Kamulyanseno,   kelompok kami hidup berpindah-pindah musim dingin di Kamulyanseno sedangkan musim panas kita di Babatgesang yang wilayahnya subur dan banyak buahnya” saut si kerdil sambil mengenalkan dirinya. Setelah berbincang- bincang dengan si kerdil lusi diajak untuk bertemu rombongannya, setelah berjalan mengitari hutan belantara Angkorongandap akhirnya bertemulah dengan rombongan. Salah satu dari mereka berteriak, “ada orang asing di wilayah kita, tangkap dia.......kejar dia ”.seketika itupun lusi reflek berlari dengan sekuat tenaganya. Lusi berlari dengan kencangnya akhirnya dia tersandung akar pohon dan Braakkkkkk.....

    Suara yanto yang sedang jatuh dari kursi bawah pohon akibat lamunannya di kagetkan oleh david temannya. Semua kisah lusi hanyalah imajinasi yanto yang sedang hancur hidupnya akibat main judi online. Rumah, motor, dan harta benda lainnya sudah tergerus habis, padahal temannya sudah mengingatkan bahwa Bandar Always Win.

 

Tamat

Karya :Mohamad Muflikh