Subscribe Us

6/recent/slider

Entri yang Diunggulkan

Luka Bercerita

Kau tahu apa tentang kesedihan? Kesedihan adalah hujan di saat kemarau; langit menetes ketika bumi tak lagi berharap, dan tak seorang pun me...

Sabtu, 13 Juli 2024

AKHIRNYA AKU TELAH MENEMUKANMU

Penantianku dalam doa- Supriyanto


Hadir Mu, itu spesial menurutku. Sedari dulu mengharapkanmu dalam doa yang aku panjatan kepada Tuhan. Hari demi hari rasanya tersiksa oleh gelora rindu yang semakin menggebu dalam jiwa. Ya Tuhan !! apalah nasib seorang pujangga. Namaku Wirya Wikarna, inilah  kisah ku pertama dalam mengenal bagaimana rasanya jatuh cinta. Aku yang selalu disibukan dengan pekerjaanku sebagai seorang akademis yang terlalu memfokuskan diri terhadap hal-hal yang berbau ilmiah nalaris dan kritis. Kurang lebih bisa dianggap orang yang berwajah serius dah !! ngga bisa terlalu dianggap bercanda. 

Namun apalah daya kehidupanku semenjak saat itu merasakan sesuatu ada yang masuk dan mengubah pola pikiranku, agak aneh si? tapi apalah dayaku kadang tidak bisa mengubah pola pikirku semenjak mengenalnya, serasa dibawa ke alam bawah sadar. Mulanya bagiku ia nampak biasa saja apalah daya mendadak ia masuk dalam dimensi kehidupanku. Mungkin benar apa kata orang tua dulu pernah berkata :  Witing Tresna Jalaran Saka Kulina, ya Tuhan menurutku ini merupakan hal yang lucu, orang seserius ini baru pertama kali merasakan yang namanya jatuh cinta, padahal orang-orang disekitarku banyak yang memberikan steatmen bahwa aku ini tidak akan mungkin merasakan jatuh cinta, di mana sibuk mulu bergelut dengan buku dan jurnalmu seolah-olah sudah kaya plankton saja, hahahah!!! Wirya-wirya memang harus seunik ini kisahku. 

Namun apalah daya jeng-jeng-jeng !!! kali ini skenario Tuhan mulai lagi, ada kalanya bertemu tidak mesti bersama kita disibukan dengan ya dunia masing-masing. Aku mengejar impianku sebagai seorang penulis yang mungkin akan membawaku ke nasib yang lebih baik, sedangkan ia mengejar karirnya sebagai seorang pembisnis yang  sukses, dan itu pun kadang kala membuatku merasakan pedihnya akan kerinduan dalam sebuah perjumpaan, apakah mungkin dia juga sama ya? Ya ampun inilah kadang kala mengganggu fokusku, seorang Wirya yang hebat kenapa si harus kalah dengan over thingking, rindu padahal pengaguman tak pernah ku ungkapkan tapi aneh lagi deh kamu ini, tapi mau bagaimana lagi prinsip yang mengakarmu pada agama, sampai suatu ketika munajatku dalam doa pada yang kuasa tiada angin-tiada hujan tibalah kita dipertemukan pada suatu momen, di mana  dalam sebuah proyek penelitian ia sebagai narasumber inspiratif dan pemateri dalam sebuah forum pertemuan program pengabdian masyarakat. Apakah ini ending nya hehehe, semogalah bersamanya itu kaya ada spesial walaupun bukan kaya martabak hahaha, tenang dan nyaman, di mana ia serasa rumah bagiku.    

0 comentários:

Posting Komentar