Subscribe Us

6/recent/slider

Entri yang Diunggulkan

Luka Bercerita

Kau tahu apa tentang kesedihan? Kesedihan adalah hujan di saat kemarau; langit menetes ketika bumi tak lagi berharap, dan tak seorang pun me...

Sabtu, 13 Juli 2024

KONSEP-KONSEP NILAI SOSIAL DI PAGUYUBAN IKATAN REMAJA GLEMPANG (IRG) DESA BOJONG KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA

Abstrak

Organisasi atau pun kelompok pastinya berdiri dengan adanya nilai-nilai yang mendasarinya, seperti yang telah kita ketahui manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa lepas yang kegiatan sosialnya seperti interaksi antar sesama makhluk sosial. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaiamana peran nilai sosial ini berpengaruh terhadap kesejarahan membentuk oganisasi. Serta bagaimana nilai sosial ini membentuk solodaritas dalam kelompok sosial. Salah satu pendapat tokoh seperti Ibnu Khaldun telah mengemukakan teorinya konsep-konpsep ashabiah ini mempengaruhi hubungan sosial dalam kelompok.

Kata Kunci : Ashabiah, Nila Sosial, Solidaritas  

Pendahuluan

Nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat tidak bisa dipisahkan dalam kebutuhan sehari-hari, karena sebagai sesuatu yang sangat amat berharga. Tanpa adanya nilai-nilai sosial maka kehidupan masyarakat akan kacau. Nilai sosial itu sendiri adalah suatu penghargaan dalam diri manusia mengenai sesuatu yang terjadi berkaitan benar-atau salah, baik atau tidak baik Nilai atau value menurut .

Nilai sosial dalam Ikatan Remaja Glempang sangat berharga. IRG sendiri merupakan sebuah organisasi yang bersifat paguyuban dengan itu tujuan dari pembentukan organisasi tersebut salah satunya nilai-nilai sosial yang menjadi dasar berdirinya organisasi IRG.

Dalam peranan sosial masyarakat tentunya IRG ini tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya warga dukuh Glempang yang menjadi cikal bakal berdirinya IRG. Alasan lain mengenai paguyuban ini bagaimana IRG mampu mempertahankan eksistensinya dalam mempertahankan nilai-nilai ke -bersamaan serta solidaritasnya. Sejarah  berdiri jika dikaitan dengan nilai-nilai sosial serta mendasarsi  Pengaruh nilai-nilai sosial dalam organisasi IRG Bagaimana peran nilai sosial dalam organisasi IRG.

Menurut Horton dan Hunt nilai adalah suatu gagasan terkait pengalaman berarti atau tidak, dan pada hakikatnya pada perilaku serta pertimbangan seseorang, atau suatu tindakan yang dianggap sah dengan nila-nilai yang disepakati serta dijunjung tinggi oleh masyarakat jadi nilai merupakan sesuatu yang dianggap berharga bernilai baik ataupun benar yang menjadi kesepakatan dalam masyarakat ataupun kelompok.

Selain itu adapula teory yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tentang organisasi sosial seperti pendapat Amitai Etzioni, menurutnya organisasi adalah satuan unit sosial yang sengaja dibentuk dengan suatu tujuan tertentu tujuan inilah yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial karena dengan tanpa adanya nilai suatu kelompok atau lembaga tidak akan terbentuk dengan sendirinya.

Dalam pandangan Ibnu Khaldun sendiri menurutnya dasar pembentukan suatu kelompok masyarakat adalah adanya nilai-nilai kesadaran baik itu ikatan keluarga maupun kesukua. Adapun pendapatnya sebagai berikut ashabiyah ini dapat diartikan suatu kedekatan hubungan individu kepada kelompoknya berusaha sekuat tenaga memegang prinsip dan nilai-nilai yang telah disepakati secara bersama dalam pandangannya tersebut dasar pembentukannya berkaitan nilai-nilai kesolidaritasan yang  dijunjung tinggi dalam kelompok masyarakat tersebut.

Nilai-nilai ini juga berperan dalam pembentukan lembaga atau kelompok dalam masyarakat, karena dengan adanya lembaga ini perannya sangat penting sebagai wadah baik dalam bertukar pikiran maupun ekspresi diri dalam masyarakat. dalam kelompok masyarakat juga dikenal tentang adanya kelompok primer dan kelompok sekunder, kelompok primer itu sendiri dapat dikatakan kelompok yang memiliki kedekatan lebih langgeng serta bersifat personal. Menurut Charles Horton Cooley kelompok primer itu sendiri merupakan kelompok pertama bagi orang yang mendapatkan pengalaman hidup. Sedangkan kelompok sekunder adalah kelompok yang hanya terikat karena suatu hubungan tertentu tatap muka jarang serta dalam hubungan sosial tidak bersifat intens seperti hubungan kerja. Ada juga istilah in group dan out grup, in grup sendiri lebih bersifat merasa dalam bagian dalam kelompok tersebut dan out grup bagian kelompok yang di luar kelompok adanya in group dan out grup ini karena di dalam suatu kelompok masyarakat terdiri dari berbagai kelompok-kelompok kecil yang merupakan satuan dari kelompok besar.

 

Metode

Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan melakukan observasi, serta wawancara dengan ketua IRG dari hasil penelitian tersebut kemudian disusun dan diambil data-data yang falid sehingga mendapatkan data yang lebih valid sehingga menjadi data yang lebih relevan. Pada  penelitian ini juga menggunakan kajian tinjauan pustaka dari beberapa artikel-artikel dan juga buku-buku yang berhubungan dengan kaitannya dengan nilai-nilai sosial. Salah satu teknik pengumpulan data ini adalah melalui tahapan observasi dimana peneliti mengamati betul mengaitkan kegiatan studinya dengan sebab akibat dari hasil penelitiannya. Penelitian studi ini juga dikategorikan sebagai studi lapangan dimana, ada tahapan observasi, serta tahapan pengumpulan sample. Dimana peneliti memulai penelitiannya dengan serangkaian tahapan dimana peneliti mencatat, pengalaman-pengalaman yang didapatnya melalui hasil pengamatannya. Tapan selanjuntnya pengumpulan dilakukan dengan mengumpulkan hasil dan sample dari hasil tahapan penelitian yang telah dilakukan.

Pembahasan

IRG terbentuk pada tanggal 27 Agustus 2018, nama IRG merupakan singkatan dari Ikatan Remaja Glempang yang di prakarsai oleh pemuda dari pedukuhan Glempang yang merupakan nama wilayah dalam suatu dusun tepatnya di dusun 1. IRG ini beranggotakan mencangkup dua wilayah RT, yaitu RT.01 dan RT.02 dari terdiri dari para  remaja maupun pemuda yaitu kebanyakan para anggota berusia kisaran 17 ke atas. Pada mulanya nama organisasi tersebut tidak ingin mencantumkan  diri dengan remaja, namun karena melihat mayoritas dari keanggotaan mayoritas para remaja pada tahun 2019 maka disepakati adanya nama  remaja. Selain itu organisasi ini juga didorong oleh antara kedua belah pihak RT, baik dari RT.01 dan RT.02 sebagai bentuk keprihatinan pengaruh perkembangan teknologi yang semakin menggerus nilai-nilai persatuan. Adapun berdasarkan hasil wawancara dengan ketua IRG periode 2020 sampai dengan sekarang yaitu bang Indra, beliau menuturkan bahwa dari latar belakang wilayah pedukuhan Glempang itu sendiri itu merupakan wilayah yang mayoritas penduduknya memiliki hubungan erat kekerabatan, di mana mereka memiliki garis keluarga dari para anggota. Hal ini sama seperti teori yang pernah di kemukakan oleh Ibnu Khaldun yaitu tentang konsep ashabiyah adanya dasar ikatan darah kekeluargaan dalam suatu kelompok. Pada konsep tersebut menurut Ibnu Khaldun ikatan yang menjadi kunci atau dasar kekuatan dalam suatu kelompok, dimana dalam kelompok tersebut adanya penekanan akan kesadaran akan nilai-nilai seperti solidaritas sosial dalam kelompoknya. Ada beberapa konsep-konsep dasar ashabiah yang melatar belakanginya di antaranya adanya kekerabatan seperti berdasarkan garis keturunan. Jika melihat latar belakang adanya rasa keprihatinan, seperti banyaknya pengangguran, putus sekolah, maka dengan adanya kesadaran dari para remaja dalam rangka membentuk kesadaran tentang pentingnya rasa solidaritas dalam menghadapi persoalan tersebut dengan membentuk suatu komunitas agar dapat diselesaikan secara bersama.

Salah satu pengaruh nilai-nilai dalam organisasi, nilai itu sendiri merupakan suatu ide atau gagasan dalam suatu kelompok atau komunitas masyarakat yang disepakati atau dianggap sebagai sesuatu yang benar. Dalam setiap kelompok masyarakat tentunya memiliki nilai-nilai tersendiri, seperti budaya, dan keagamaan di antara nilai-nilai tersebut membentuk serta mempengaruhi kehidupan masyarakatnya salah satu nilai-nilai yang dipegang teguh dalam organisasi IRG ini adalah nilai budaya, salah satunya dengan latar belakang kekeluargaan yang tentunya memiliki ikatan salah satunya nilai-nilai gotong royong antar anggota kelompok salah satunya dengan diadakannya pertemuan rutin pada setiap awal bulan dalam rangka membangun solidaritas dalam kelompoknya.

Pertemuan Rutinan

Pertemuan Musyawarah Dengan Tokoh Masyarakat Dan Agama

Nilai-nilai solidaritas ini sebenarnya juga sudah dibangun dari generasi ke generasi salah satunya, adanya peran dari para tokoh sangat mendukung serta memfasilitasi pelaksanaan kegiatan yang dilakukan IRG, dan juga keterlibatannya dalam setiap mobilisasi dalam kehidupan masyarakat. salah satu pengaruh nilai-nilai sosial ini di mana pengaruh  berkaitan dengan visi misi, mobilitas yang diwujudkan dalam program kerja. Apabila nilai-nilai sosial tersebut tidak maka akan menjadi problem serta IRG ini tidak akan mungkin terbentuk. Nilai solidaritas ini sejatinya juga dibangun berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan yang dibentuk dalam program kerja serta visi dan misinya.

Salah satu bentuk kegiatan sebagai wujud solidaritas dalam organisasi di antaranya pertama kegiatan-kegiatan sosial seperti, kegiatan kematian, hajatan, serta menjenguk orang sakit sebagai suatu sarana bentuk kepedulian antar anggota. Tidak hanya sosial saja namun pengaruh lain dari adalah mengenai latar belakang keagamaan. Dibalik kegiatan sosial para tokoh agama juga menjadi pendorong dalam setiap mobilisasi dalam kegiatan sosial yang dihubungkan dengan aktivitas kerohanian, salah satunya pembagian bingkisan, maupun uang sebagai bentuk santunan bagi duafa, serta anak yatim. Selain itu adanya khotmil quran, dan juga agenda perencanaan kegiatan peringatan hari besar Islam. Adapun visi misi dari IRG sendiri antara lain : Visi dari IRG merupakan wadah pembinaan dan pengembangan kreativitas generasi muda yang berkelanjutan untuk menjalin persaudaraan dan rasa kebersamaan untuk pemuda baik kepemudaan RT 01 dan RT 02 maupun warga masyarakat dalam pengembangan kreativitas. Dan Misi IRG

1.      Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi warga masyarakat RT 01 dan RT 02 pada umumnya dan khususnya generasi muda yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah sosial di lingkungannya.

2.     Melestarikan kesenian daerah pengembangan minat untuk berolahraga. 

3.      Meningkatkan peran pemuda dan perempuan serta memberikan kesadaran akan pentingnya perlindungan hukum terhadap keamanan masyarakat. 

4.     Terwujudnya pemuda dan pemudi yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, penuh perhatian dan peka terhadap masalah dengan daya fisik dan mental yang kuat, tegas dan teguh pendirian, serta mampu berkreasi, berkarya, dan jujur sebagai acuan di masyarakat.

Melihat dari visi serta misi dan juga mobilitas yang dilakukan membuktikan betapa peran nilai sosial ini memiliki peran penting dalam IRG salah satunya perannya dalam mewujudkan visi serta misinya, adanya peran dari tokoh agama dalam memberikan pengaruhnya salah satunya nilai-nilai religiusitas. Nilai agama ini memberi dampak serta pengaruh penting dalam kegiatan IRG salah satunya sebagai bentuk wujud norma yang melembaga dalam kehidupan bermasyarakat.

Adapun jika dikaitkan dengan teori kelompok sosial masyarakat IRG tidak bisa dilepaskan dengan teori tersebut. Pada dasarnya kelompok sosial ini terbentuk karena adanya kecenderungan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa lepas dari yang namanya interaksi sosial. Dalam hal ini manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri, karena dalam memenuhi kebutuhannya pastinya melibatkan orang lain. Ada banyak jenis kelompok sosial dalam masyarakat salah satunya adalah kekerabatan, jika menelisik IRG ini juga dibentuk atas dasar adanya kekerabatan adanya kesamaan baik latar belakang maupun hubungan antara satu anggota dengan lainnya saling mengenal dan jumlah anggotanya terbatas yaitu melingkup dua kawasan RT dan juga hanya dalam satu wilayah pedukuhan. Nilai kekeluargaan ini memiliki peran penting dalam membangun suatu kelompok, salah satunya membangun kepekaan serta kepedulian antar anggota dalam kelompok masyarakat. Selain itu tentunya dalam membangun sebuah kelompok salah satunya adanya sebuah tujuan di mana salah satunya tujuan tersebut dibentuk dalam sebuah visi dan misi yang diwujudkan menjadi sebuah nilai demi mencapai tujuan bersama. Nilai memiliki pengaruh besar salah satunya terhadap pola perilaku dalam masyarakat, yang ditransmisikan dalam peraturan atau norma-norma yang berlaku salah satunya adalah guna membentuk kesadaran dalam masyarakat. Mengenai peran nilai dalam keberlangsungan organisasi IRG ini sangat memiliki peran penting salah satunya bagaimana membangun, serta menjaga persatuan sekaligus keutuhan yang selama ini telah terbentuk. Nilai sosial ini dibentuk oleh kesadaran, dalam individualitas itu sendiri bagaimana ia menyadari peranannya dalam kelompok sosial, salah satunya dapat diwujudkan dalam bentuk aktivitas sosial seperti berkumpul, serta mengemukakan ide-ide atau gagasan terkait bagaimana membangun, serta membawa kemajuan bagi organisasi IRG tersebut. Dalam peran lainnya wujud asahabiah antara lain seperti kegiatan sosial yang dilakukan adanya kegiatan santunan anak yatim terlebih lagi bagi warga Glempang merasakan manfaat dari kegiatan tersebut, selain itu adanya adanya bantuan sosial sebagai wujud kepedulian antar anggota dalam kelompok masyarakat.

Adapun dalam teori Emile Durkheim menyebutkan solidaritas merupakan  nilai suatu nilai yang dibangun atas dasar kepercayaan  antar sesama dalam kelompok. Rasa kepercayaan ini menimbulkan perasaan moral di mana akan menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab, serta rasa saling menghormati dan adanya rasa keprihatinan bersama. Jadi kelompok sosial ini dibangun atas dasar perasaan emosional, salah satunya hubungan yang dibangun atas dasar keterikatan antar anggota dalam satu kelompok. Hal ini juga dapat dilihat dalam kegiatan IRG, rasa solidaritas yang dibangun dalam kelompok masyarakat, di mana  adanya kepercayaan yang dibangun atas dasar kepercayaan. Salah satu bentuknya antara lain adanya rasa kepedulian antara anggota, seperti ketika ada yang sakit maka anggota yang lain menjenguknya sebagai wujud kepedulian, kegiatan hajatan para anggota IRG dalam rangka wujud kepedulian adalah diwujudkan dengan memberikan sumbangsih berupa materi maupun tenaga dalam berjalannya kegiatan tersebut. Hal ini juga dibangun atas dasar ikatan kekeluargaan di mana adanya  kepedulian  baik empati maupun simpati antar anggota.

Di dalam kelompok masyarakat tentunya tidak bisa lepas dengan adanya problem dalam kelompok sosial, hal ini berkaitan dengan nilai-nilai dan norma yang mungkin bisa menimbulkan problema. Masalah yang timbul dalam kelompok sosial ini tidak bisa lepas dengan gejala sosial serta yang mengganggu keberlangsungan dalam kehidupan sosial. Masalah sosial ini bisa bersifat internal maupun eksternal, masalah internal adalah masalah yang timbul dari dalam kelompok sosial masyarakat. salah satu masalah internal ini berkaitan dengan struktural serta hambatan komunikasi antar kelompok sosial masyarakat. Namun pada dasarnya masalah internalisasi dalam kelompok ini besar kemungkinan dapat diselesaikan secara cepat. Masalah eksternal masalah yang timbul dari dalam kelompok masyarakat, ini adalah masalah yang timbul adanya persaingan dalam kelompok masyarakat.  Problem ini sering kali menjadi penghambat dalam mobilitas organisasi sosial.

Salah satu upaya dalam menjaga solidaritas dalam ikatan adalah dengan mengadakan pertemuan rutinan setiap bulan sekali salah satunya, dengan menjalankan pertemuan tersebut adanya diskusi serta bertukar pikiran antar sesama anggota sehingga rasa kepercayaan dan ikatan akan semakin terjalin dengan baik.

Kesimpulan

Nilai sosial sangat berperan penting dalam membentuk solidaritas ikatan dalam suatu kelompok masyarakat. dengan nilai ini masyarakat membentuk suatu aturan dan norma. Seperti dalam organisasi atau kelompok sosial dalam IRG ini dibangun atas dasar adanya ikatan kekeluargaan atau tipe kelompok masyarakat dengan asas kekerabatan di mana dalam satu kelompok tersebut masih memiliki hubungan ikatan kekeluargaan.  Peran nilai ini sangat berperan penting salah satunya dalam membentuk atau dasar dari terbentuknya organisasi IRG ini terbentuk juga karena adanya kesamaan seperti membawa kemajuan bagi warga serta masyarakat di pedukuhan Glempang. 

  

 

Daftar Pustaka

0 comentários:

Posting Komentar