Subscribe Us

6/recent/slider

Entri yang Diunggulkan

Luka Bercerita

Kau tahu apa tentang kesedihan? Kesedihan adalah hujan di saat kemarau; langit menetes ketika bumi tak lagi berharap, dan tak seorang pun me...

Sabtu, 13 Juli 2024

Pelaksanaan Bimbingan Islami Melalui Kegiatan Tahlilan Untuk Meningkatkan Religiusitas Masyarakat Desa Rowolaku

 Abstrak 

Sebagai seorang muslim tentunya dalam menghadapi berbagai persoalan hidup tentunya manusia tidak bisa lepas dengan yang namanya masalah kehidupan, salah satu jalan atau sarana dalam menyelesaikan permasalahan dalam menghadapi problema hidup yaitu dengan adanya bimbingan sebagai salah satu solusi disetiap permasalahan hidup. Kehidupan yang dinamis ini kadang kala membawa manusia terlena dalam gemerlap kehidupan menjadi tidak terarah lupa akan jati dirinya sebagai seorang hamba. Maka tidak heran banyak diantara umat Islam yang jatuh dalam jurang kesesatan dikarenakan lupa jati dirinya sebagai seorang hamba, untuk itu perlunya dzikir sebagai sarana mengingat Allah salah satunya melalui kegiatan tahlil. Dzikir dengan mengingat Allah ini membawa kedamaian serta keteraman dalam setiap jiwa manusia. Karena melihat fenomena di akhir zaman ini banyak diantara para manusia tidak mementingkan atau bahkan keutamaan dzikir, dimana problem masyarakat terkait dengan jiwa kerohanian perlu ditingkatkan agar senantiasa mengapai kedamaian jiwa. Tahlil sendiri merupakan serangkaian kegiatan berupa bacaan ayat-ayat al-quran serta dzikir-dzikir berupa istighfar, sholawat, tasbih, tahmid, dan tahlil. Sebagai wujud wasilah serta pelaksanaannya dilakukan dalam rangka mendoakan para ahli kubur agar mendapatkan keberkahan dari bacan tahlil tersebut. Tahlil ini biasanya dilaksanakan pada sela-sela acar tertentu seperti ziarah, ta’ziah, dan juga pada peringatan tujuh hari bahkan tahunan kematian seseorang. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana pengaruh kegiatan tahlil ini terhadap sikap sifat religiusitas seseorang, serta bagaimana kualitas religiusitas orang yang mengikuti tahli. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif. 


Kata Kunci : Bimbingan, Tahlil, Religiusitas

  1. Pendahuluan 

Kehidupan masyarakat pada zaman modern ini senantiasa salah satunya terkait nilai-nilai spiritual atau religiusitas masyarakat modern terus mengalami penurunan. Maka dari itu manusia membutuhkan adanya bimbingan spiritual guna menigkatkan nilai-nilai religiusitas dalam jiwanya. Adapun definisi bimbingan itu sendiri berasal dari bahasa Inggris “Guidance”  dengan bentuk kata kerja yaitu ”to guidance” yang dapat diartikan sebagai membimbing, membantu, atau menuntun. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan secara terus menerus serta diberikan sukarela tanpa adanya paksaan baik kepada individu ataupun kelompok, dalam rangka agar individu mampu mengembangkan dirirnya, dalam mengambil tindakan atau keputusannya sendiri(Henni Syafriana Nasution, 2019). Bimbingan ini merupakan sebagai sarana yang dilakukan konselor dalam membimbing klien dalam menghadapi berbagai masalah dengan kemampuannya dalam menyelesaikan berbagai masalah atau problematika dalam hidup sesuai dengan pengambilan keputusan dan juga kehendak atau kemauan dari klien. Bimu Walgito mengemumkakan pendapatanya tentang definisi bimbingan merupakan  suatu bentuk bantuan atau pertolongan yang diberikan baik kepada individu atau kelompok dalam menghadapi persoalan hidup agar mencapai kebahagiaan serta kesejahteraan. Bimbingan itu sendiri banyak sekali jenisnya berbagai layanan dan teknik dalam penerapannya, salah satunya adalah bimbingan Islami yang merupakan suatu tenik dalam memberikan bantuan dengan sarana pendekatan hukum-hukum Islam salah satunya menggunakan sumber Al-Quran Dan As-Sunnah. Salah satu upaya yang dilakukan dalam bimbingan Islami itu sendiri adalah membimbing kilen agar dapat menyelasikan berbagai kesulitan-kesulitan dalam hidup serta menyelesaikannya dengan pendekatan Islami agar kilen mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat. Adapun tujuan dari bimbingan Islami ini adalah mencapai ketenangan dalam setipa kepribadian dalam manusia salah satunya menggapai jiwa yang Mutmainah  mengapai ketengan jiwa, mendekatkan diri kepada Allah dalam menghadapi setiap problematika hidup, serta menguatkan jiwa spiritualitas mental pada setiap muslim agar tidak goyah dalam  menerima ujian hidup(Ulfa Khaira, 2019). Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam teknik bimbingan konseling ini adalah dengan metode atau teknik dzikir. Dzikir itu sendiri dapat dimaknai mengingat, merenung, menyebut nama Allah, dzikir juga dapat dipahami sebagai bacaan yang dilantunkan dalam rangka menyakinkan diri atau mengingat Allah dengan sifat-sifatnya yang berupa bacaan yang terdiri dari bacaan, tasbih, tahmid, istighfar, maupun tahlil(Ainur Rofiq & Sutopo, 2023).  Dalam buku meraih bening hati dengan manajemen qolbu karya KH. Abdullah Gymnastiar dalam bab marifatullah pembahasan dzikir kunci ketenangan hati, menjelaskan bahwa orang yang senantiasa berdzikir mengingat Allah maka, hatinya akan dipenuhi oleh ketentraman serta kedamaian dan juga terhindar dari penyakit hati. Dijelaskan pula ada beberapa tipe manusia dalam mengingat Allah, pertama ada yang ingat Allah ketika mendapatkan kesukaran dan lupa ketika mendapat kemudahan, dan ada yang ingat Allah ketika dalam ibadah seperti dalam sholat, namun akan lupa ketika diluar sholatnya saja. Berbeda dengan orang yang senantiasa mengingat Allah maka ia diberikan hati dan jiwa yang Arif  sehingga pandangan dalam hidupnya akan senantiasa diberikan kebijaksanaan. Dan orang yang memiliki jiwa yang Arif  ini disebut sebagai orang yang Arifin / Ma’ruf  diberikan jalan petunjuk menuju jalan kedamaian. Adapun kunci kedamaian dalam jiwa adalah hati harus senantiasa Khusnuzan kepada qodho dan qodar Allah, mengurangi sedikit keinginan agar senantiasa tidak merasakan kekecewaan yang dalam hidup yang membuat manusia senantiasa khufur nikmat, hal ini dapat dilakukan dengan sabar dan syukur agar hati mencapai kedamaian serta hati yang ikhlas(KH. Abdullah Gymnastiar, 2002).

Mengenai salah satu bentuk kegiatan dzikir dikalangan masyarakat, maka kita tidak pernah asing dengan salah satu kegiatan tahlil. Menguak sejarah tahlil itu sendiri tidak bisa lepas kaitannya dengan tradisi yang dilakukan sebelum datangnnya agama Islam salah satunya berkaitan kenduri, yaitu suatu acara dimana suatu tradisi apabila ada yang meninggal baik dari kerabat maupun saudara mereka akan mengadakan pesta dengan mabuk-mabukan serta membuat sesaji guna mengundang arwah leluhur dengan bacaan mantra-mantra. Kemudian setelah datangnya Islam ke Nusantara tradisi itu diubah dengan nuansa Islami seperti pembacaan dzikir-dzikir serta doa dan bacaan ayat suci al-quran(ARIE RAHMANSYAH, 2023). Sedangkan untuk sesajen itu sendiri yang semula sebagai wujud persembahan kepada arwah para leluhur dijadikan sebagai hidangan untuk para hadirin yang ikut tahlil sebagai wujud dari sedekah. 

  1. Metode 

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kualitatif, yaitu merupakan salah satu metode penelitian yang meliputi kegiatan menganalisis data, mengumpul, serta menginterpresentasikan temuan dalam lokasi penelitian berupa data-data. Atau dapat diartikan sebagai suatu metode yang dilakukan oleh peneliti dalam rangka mempelajari tingkah laku baik individu, maupun kelompok, serta budaya dan nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok tersebut(Ahmad Fauzi, 2022). 

Salah satu teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain observasi dimana peneliti ikut terlibat langsung dalam fenomena atau pengalaman yang diperoleh dari hasil pengamatan serta menggali informasi lengkap terkait sebab akibat terkait bagaimana fenomena itu bisa terjadi, kedua wawancara dengan narasumber langsung dimana narasumber merupakan sumber data penting dalam sebuah penelitian yaitu berupa pernyataan-pernyatan yang merupakan sebuah jawaban dari rumusan masalah dalam penelitian tersebut. 

  1. Pemabahasan

Salah satu permasalahan dalam kehidupan manusia yang hidup dalam kehidupan dunia adalah hal-hal yang berkaitan dengan menurunya nilai-nilai religiusitas, karena ini juga merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam meraih kebahagiaan serta kesejahteraan dalam kehidupan bagi setiap muslim. Salah satu sebagai bentuk upaya itu maka dengan adanya dorongan inisiatif dari para tokoh agama desa Rowolaku, bersama pihak RT dan Kepala Dusun 2 setempat membentuk sebuah majelis tahlil. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala Dusun 2 bahwa majelis, ini dibentuk berdasarkan keprihatinan dari para tokoh masyarakat serta agama desa Rowolaku salah satunya berkaitan dengan moralitas masyarakatnya serta jiwa persatuan dan juga gotong royongnya yang semakin pudar akibat arus perkembangan teknologi, salah satunya dengan membentuk majelis tahlil ini. 

Pada perkembangannya majelis tahlil ini nyatanya mampu memberikan perubahan secara sedikit demi sedikit salah satunya berkaitan dengan nilai-nilai persatuan  selama awal pembentukan majelis tahlil ini. Kemudian nilai religiusitas masyarakat mengalami adanya perkembangan diantaranya adanya semangat dalam menjalankan melaksanakan Shalat fardud di mushola walaupun hanya sebagian masyarakat. Adapun serangkaian kegiatan acara majelis tersebut rupanya tidak hanya membahas terkait dengan hal-hal agama, saja melainkan menjadi sarana tempat diskusi serta tempat bertukar ide serta gagasan dari setiap masyarakat seperti masalah sosial serta problematika terkait pembangunan masyarakat. Adapun wujud nilai-nilai religiusitas yang diinginkan dalam bimbingan Islami yang dilakukan oleh tokoh agama serta tokoh masyarakat setempat adalah sebagai berikut : 

  1. Keyakinan, yaitu dapat diwujudkan dengan bentuk pengamalan agama seperti ibadah tanpa adanya rasa keterpaksaan dan dengan penuh keyakinan dengan Tuhan.

  2. Ketekunan dalam beribadah seperti konsisten atau istiqomah dalam menjalani ibadah.

  3. Kejujuran dimana nilai ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

  4. Perilaku keseharian salah satunya bagaimana aktivitas tahlil mempengaruhi religiusitas warga RT.05/ Rw.02 Dusun 2 desa Rowolaku.

Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu tokoh agama desa Rowolaku kegiatan tahlil rutinan ini rupanya membawa perubahan salah satunya adanya kegiatan tambahan yaitu agenda bulanan tertentu seperti kegiatan ziarah, serta santunan anak yatim yang berasal dari penggalangan dana perkumpulan kegiatan bulanan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Hal ini membuktikan kegiatan tahlil rutinan yang diadakan pihak tokoh masyarakat dan tokoh agama membawa perubahan secara perlahan dan bertahap pada kejiwaan religiusitas masyarakat desa Rowolaku. Salah satu hal yang menjadi perilaku religiusitas masyarakat adalah adanya kemajuan dari kegiatan tahlil tersebut membuka pintu nilai-nilai kepedulian sosial salah satunya adanya kegiatan santunan pada anak yatim di mana terbangun adanya rasa kepedulian antar satu dengan lainnya. Kegiatan bimbingan dalam majelis tahlil ini juga dilaksanakan secara bertahap dalam membangun religiusitas masyarakat.

Adanya ziarah ini turut serta membangun nilai-nilai religiusitas masyarakat seperti mengingatkan akan kematian, sebagai wujud dalam bimbingan Islami. Ziarah ini juga biasanya adanya bacaan lantunan ayat-ayat al-quran sama seperti bacaan tahlil, salah satunya sebagai wujud wasilah memohon kepada yang  maha kuasa. Karena secara psikologi  memberikan stimulus energi positif sehingga membantu dalam terapi bimbingan Islami.      

  1. Penutup

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa salah satu bimbingan Islami yang dapat dilakukan dalam lingkungan masyarakat, salah satunya dengan kegiatan tahlil yang dilakukan di Desa Rowolaku dalam rangka memberikan bimbingan kerohanian. Tahlil ini merupakan salah satu sarana yang digunakan dalam bimbingan Islami dalam tahlil tersebut terdapat bacaan ayat-ayat al-quran serta bacaan-bacaan berupa dzikir pilihan. Dalam kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh tokoh agama serta tokoh masyarakat desa Rowolaku dalam kegiatan tersebut nyatanya mengalami perkembangan pesat yang semula hanya pada tahlil, namun dapat memberikan dorongan nilai-nilai yang lain, salah satunya adalah nilai akan kepedulian sosila ini terbukti dengan adanya kegiatan santunan serta ziaroh yang dilakukan oleh masyarakat berserta tokoh agama dan juga tokoh masyarakat setempat  yang diagendakan setiap bulan-bulan tertentu sehingga mampu membawa perubahan pada masyarakat.  










Daftar Pustaka

Abdilllah, H. S. (2019). Bimbingan Konseling : Konsep Teory Dan Aplikasinya . Medan: LPPPI Medan.

Ahmad Fauzi, B. N. (2022). Metodologi Penelitian. Purwokerto: CV. Pena Persada.

Gymnastiar, K. A. (2002). Meraih Bening Hati Dengan Manajemen Qalbu. Jakarta: Gema Insani Press.

Khaira, U. (2019). Urgensi Bimbingan Islami Dalam Upaya Meningkatkan Kedisiplinan Guru Taman Pendidikan Al-quran As-Sa'adah Di Gampong Lamgugob Kecamatan Siyah Kuala Banda Aceh . Bada Aceh: UIN Ar-Raniry .

Rahmansyah, A. (2023). Nilai-nilai Karakter Religius Siswa Melaului Kegiatan Tahlil Hari Jum'at pagi Di MTS Miftahul Ulum Kradinan Madiun . Ponorogo: IAIN Ponorogo Ripository.

Sutopo, A. R. (2023). Tafakur Dan Dzikir Dalam Mencapai Ketenangan Hidup. Conseils , 5.


Karya : Supri Yanto

0 comentários:

Posting Komentar