Kamis, 19 juni
2025, Program Studi Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri K.H
Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kuliah kerja lapangan ke Masjid
Al Muawanatul Khairiyah yang terletak di kampung Bugis, Denpasar, Bali. Secara
akademis, Kuliah kerja lapangan (KKL) merupakan mata kuliah non SKS keahlian yang
wajib diambil oleh setiap mahasiswa di
Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai salah satu
syarat kelulusan.
Kuliah Kerja
Lapangan (KKL) di Kampung Bugis ini diikuti oleh 62 Mahasiswa/i Program Studi Ilmu
Al-Qur’an dan Tafsir, 147 Mahasiswa/i Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam,
94 Mahasiswa/i Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam dan 60 mahasiswa/i
Program Studi Manajemen Dakwah. Selain itu, kunjungan ini juga di dampingi oleh
beberapa dosen pendamping dari masing-masing Program Studi.
Dalam
sambutannya, Ibu Dr. Ani, M.Pd.I selaku wakil dekan bidang akademik dan
kelembagaan menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya Kuliah Kerja Lapangan
adalah untuk memberikan pemahaman secara langsung mengenai kehidupan masyarakat
muslim di daerah minoritas, sekaligus menggali nilai-nilai keislaman
kontekstual dengan budaya setempat.
“Jadi bapak,
kedatangan kami ke kampung Bugis ini adalah untuk melaksanakan Kuliah kerja
Lapangan, yang mana Kuliah Kerja Lapangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk
memberikan pengalaman langsung atau fakta empiris dari teori-teori keilmuan
yang selama ini telah mahasiswa kita pelajari dibangku perkuliahan” ujar
beliau.
Acara yang dimulai
dari pukul 10.00 WITA dan berlangsung selama kurang lebih dua jam ini berjalan
dengan khidmat. Diawali dengan pembukaan yang kemudian dilanjut dengan penyampaian
materi oleh tokoh-tokoh di kampung Bugis sekaligus diskusi.
Peserta
terlihat sangat antusias dalam sesi diskusi, beragam pertanyaan menarik
disampaikan oleh beberapa mahasiswa dari berbagai program studi yang hadir.
Salah satu pertanyaan yang diberikan adalah mengenai bagaimana tidak lanjut
yang dilakukan oleh pihak terkait di Kampung Bugis terhadap orang non muslim yang dimualafkan di
kampung Bugis.
“Tadikan
dijelaskan bahwa sudah banyak orang non muslim yang dimualafkan di masjid muawwanatul
khairiyah Kampung Bugis ini, nah untuk orang-orang yang sudah dimulafkan
tersebut apakah ada tidak lanjut yang dilakukan oleh pihak terkait di kampung
Bugis ini untuk menguatkan keislaman mereka yang sudah dimualafkan atau tidak
ada tindak lanjut yang dilakukan”, tanya Raden Said salah satu mahasiswa dari
program studi Bimbingan Penyuluhan Islam.
Menanggapi
pertanyaan tersebut, Azizzudin selaku ketua KUA kecamatan Denpasar Selatan
yang menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan ini mengatakan “jadi untuk
mereka mualaf yang tinggal nya di sekitar sini akan dirangkul dengan diarahkan
untuk mengikuti pengajian-pengajian yang rutin diadakan oleh ibu-ibu di kampung
Bugis, sedangkan untuk mereka mualaf yang tinggalnya jauh dan tidak memungkin
untuk dirangkul secara intensif maka dari kami hanya memberikan nasehat atau
arahan kepada mereka untuk menguatkan keislaman mereka dengan belajar dari mana
saja misalnya dari internet”.
Kegiatan
kunjungan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada pihak masyarakat
kampung Bugis sebagai bentuk apresiasi atas sambutan hangat yang telah
diberikan. Setelah acara ditutup mahasiswa kemudian diberi kesempatan untuk
melihat lebih dekat manuskrip mushaf kuno yang disimpan di Masjid Al Muawanatul
Khairiyah.
Penulis : Naila Abdidah, Maya Safana
Editor : Dept.Kominfo HMPS IAT







0 comentários:
Posting Komentar