Subscribe Us

6/recent/slider

Entri yang Diunggulkan

Luka Bercerita

Kau tahu apa tentang kesedihan? Kesedihan adalah hujan di saat kemarau; langit menetes ketika bumi tak lagi berharap, dan tak seorang pun me...

Rabu, 23 Juli 2025

Jejak Islam di Pulau Bali: Mahasiswa UIN Gusdur Pekalongan Eksplorasi Kearifan Lokal Kampung Bugis

Kamis, 19 juni 2025, Program Studi Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan menyelenggarakan kuliah kerja lapangan ke Masjid Al Muawanatul Khairiyah yang terletak di kampung Bugis, Denpasar, Bali. Secara akademis, Kuliah kerja lapangan (KKL) merupakan mata kuliah non SKS keahlian yang wajib diambil oleh setiap mahasiswa di Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan sebagai salah satu syarat kelulusan.

Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kampung Bugis ini diikuti oleh 62 Mahasiswa/i Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, 147 Mahasiswa/i Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam, 94 Mahasiswa/i Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam dan 60 mahasiswa/i Program Studi Manajemen Dakwah. Selain itu, kunjungan ini juga di dampingi oleh beberapa dosen pendamping dari masing-masing Program Studi.

Dalam sambutannya, Ibu Dr. Ani, M.Pd.I selaku wakil dekan bidang akademik dan kelembagaan menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya Kuliah Kerja Lapangan adalah untuk memberikan pemahaman secara langsung mengenai kehidupan masyarakat muslim di daerah minoritas, sekaligus menggali nilai-nilai keislaman kontekstual dengan budaya setempat.

“Jadi bapak, kedatangan kami ke kampung Bugis ini adalah untuk melaksanakan Kuliah kerja Lapangan, yang mana Kuliah Kerja Lapangan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pengalaman langsung atau fakta empiris dari teori-teori keilmuan yang selama ini telah mahasiswa kita pelajari dibangku perkuliahan” ujar beliau.

Acara yang dimulai dari pukul 10.00 WITA dan berlangsung selama kurang lebih dua jam ini berjalan dengan khidmat. Diawali dengan pembukaan yang kemudian dilanjut dengan penyampaian materi oleh tokoh-tokoh di kampung Bugis sekaligus diskusi.

Peserta terlihat sangat antusias dalam sesi diskusi, beragam pertanyaan menarik disampaikan oleh beberapa mahasiswa dari berbagai program studi yang hadir. Salah satu pertanyaan yang diberikan adalah mengenai bagaimana tidak lanjut yang dilakukan oleh pihak terkait di Kampung Bugis  terhadap orang non muslim yang dimualafkan di kampung Bugis.

“Tadikan dijelaskan bahwa sudah banyak orang non muslim yang dimualafkan di masjid muawwanatul khairiyah Kampung Bugis ini, nah untuk orang-orang yang sudah dimulafkan tersebut apakah ada tidak lanjut yang dilakukan oleh pihak terkait di kampung Bugis ini untuk menguatkan keislaman mereka yang sudah dimualafkan atau tidak ada tindak lanjut yang dilakukan”, tanya Raden Said salah satu mahasiswa dari program studi Bimbingan Penyuluhan Islam.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Azizzudin selaku ketua KUA kecamatan Denpasar Selatan yang menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan ini mengatakan “jadi untuk mereka mualaf yang tinggal nya di sekitar sini akan dirangkul dengan diarahkan untuk mengikuti pengajian-pengajian yang rutin diadakan oleh ibu-ibu di kampung Bugis, sedangkan untuk mereka mualaf yang tinggalnya jauh dan tidak memungkin untuk dirangkul secara intensif maka dari kami hanya memberikan nasehat atau arahan kepada mereka untuk menguatkan keislaman mereka dengan belajar dari mana saja misalnya dari internet”.

Kegiatan kunjungan ini ditutup dengan penyerahan cenderamata kepada pihak masyarakat kampung Bugis sebagai bentuk apresiasi atas sambutan hangat yang telah diberikan. Setelah acara ditutup mahasiswa kemudian diberi kesempatan untuk melihat lebih dekat manuskrip mushaf kuno yang disimpan di Masjid Al Muawanatul Khairiyah.


Penulis : Naila Abdidah, Maya Safana

Editor : Dept.Kominfo HMPS IAT


0 comentários:

Posting Komentar