Malam itu
Ribuan orang memenuhi jalanan
Menuntut akan sebuah keadilan
Di tengah keganasan perlawanan
Mobil berlapis baja datang menerjang
Seragam lengkapnya gagah membelah kerumunan
Bukan untuk memperjuangkan kedamaian
Tapi merenggut satu jiwa yang malang
Bukan dengan belati ataupun senjata api
Tapi dengan benturan baja yang tak hanya sekali
Ini bukan kelalaian
Ini sebuah kesengajaan
Ini bukan lagi perlindungan
Ini sebuah pembunuhan
Ia bukan bagian dari teriakan
Ia bukan dari jajaran demostran
Ia datang bukan untuk perang
Ia hanya pengantar pesanan
Ia hanya pemuda yang sedang berjuang
Melintas menjemput sesuap nasi
Demi nyawa-nyawa yang harus dihidupi
Malam yang seharusnya ia pulang dengan senyuman
Melangkah dengan segenggam harapan
Membayangkan tidur di atas dipan keras berdebu
Hanya sekedar melupakan lelah yang tak pernah dunia tau
Berharap semoga hari esok lebih baik dari yang lalu
Namun harapan itu hancur melebur
Melambung hilang di kegelapan malam
Bersama dengan jeritan kemarahan
Jabatan kembali memakan korban
Pertumpahan darah kembali terjadi
Tangisan menggema di seluruh penjuru negeri
Kepulangan yang salalu dinantikan
Berakhir menjadi boomerang malam
Meninggalkan kisah tragis yang kelam
Tugasmu di dunia telah usai kawan
Kembalilah dengan tenang
Penulis : Naila Abidah
Editor : Salsa Fi Sabilillah






0 comentários:
Posting Komentar